Dokter Spesialis Bedah Saraf Rumah Sakit Hamori Subang: Waspadai Bahaya Cedera Kepala

PASUNDANEKSPRES.ID-Cedera kepala sering kali dianggap sepele, padahal dapat berakibat fatal meski tampak ringan. Benturan pada kepala, baik akibat kecelakaan lalu lintas maupun terjatuh saat bermain, bisa menimbulkan risiko serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Dokter Spesialis Bedah Saraf Rumah Sakit Hamori, dr. Hadian Adhipratama, Sp.B.S, menjelaskan bahwa cedera kepala merupakan segala bentuk trauma atau benturan pada kepala yang bisa bersifat ringan, sedang, hingga berat.
“Tergantung intensitasnya, cedera kepala bisa berakibat fatal,” ujarnya.
Menurutnya, cedera berat seperti akibat kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian dapat menyebabkan memar dan perdarahan otak. Namun, benturan ringan pun tetap berbahaya bila penanganannya tidak tepat.
“Cedera kepala pada batas tertentu bisa menyebabkan kecacatan permanen, bahkan kematian,” tegasnya.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi penurunan kesadaran, nyeri kepala hebat, muntah terus-menerus, kejang, kelemahan anggota tubuh, dan kehilangan ingatan.
“Tanda bahaya bisa muncul beberapa jam setelah kejadian, jadi perlu observasi minimal 8–12 jam,” jelasnya.
dr. Hadian menambahkan, RS Hamori dilengkapi CT-Scan 128 slice yang dapat membantu diagnosis cepat dan akurat dalam menangani pasien cedera kepala.
“Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan nyawa,” katanya.(fsh/ded)
