Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Hamori Subang: Jangan Sepelekan Nyeri Punggung, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit

PASUNDANEKSPRES.ID - Nyeri punggung yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi tanda saraf kejepit, bukan sekadar pegal biasa. Kondisi ini dapat disebabkan oleh postur tubuh yang salah atau tekanan pada saraf akibat aktivitas tertentu.
Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Hamori, dr. Lani Satiyani, Sp.N, dan dr. Ellina Yustiono, Sp.S, FINS, menjelaskan sejumlah gejala saraf kejepit yang perlu diwaspadai.
“Gejalanya bisa berupa nyeri tajam seperti tertusuk atau terbakar, kesemutan atau mati rasa, kelemahan otot di area tertentu, serta nyeri yang menjalar. Biasanya nyeri terasa lebih parah saat duduk lama, batuk, atau bersin,” jelas dr. Lani.
Menurutnya, gejala umumnya muncul di beberapa area tubuh, seperti leher (cervical), pinggang (lumbar), dan punggung atas.
Untuk mencegah kondisi ini, dokter menyarankan masyarakat menjaga postur tubuh saat duduk dan berdiri, rutin berolahraga ringan, menjaga berat badan ideal, serta cukup tidur dan istirahat.
Selain itu, hindari duduk terlalu lama dan lakukan peregangan setiap 30–60 menit agar otot tidak tegang.
“Segera periksakan diri bila nyeri punggung tidak membaik dalam beberapa hari, menjalar ke kaki, atau terasa sangat nyeri,” imbau dr. Lani.
Saraf kejepit yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk gangguan gerak atau kelemahan permanen pada otot tertentu.(fsh/ded)
