DPMPTSP Subang Optimis Capai Target Investasi Rp 19,2 Triliun

PASUNDANEKSPRES.ID - Arus industrialisasi di Kabupaten Subang terus meningkat seiring dengan perkembangan dan pembangunan infrastruktur pendukung Pelabuhan Patimban di pesisir utara Subang. Hadirnya Pelabuhan Patimban menjadi salahsatu daya tarik investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Subang, dan menjadi salahsatu income PAD Subang yang mencapai target hingga 19 trilyun. Menurut data DPMPTSP Subang, merilis bahwa pelaksanaan investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Subang banyak didominasi oleh pengusaha (investor) dari negara-negara Benua Asia.
DPMPTSP Subang Target Investasi Tahun 2026
Sebagaimana yang disampaikan PKPM (Penata Kelola Penanaman Modal) Ahli Madya pada DPMPTSP Subang, Wulan Ramdan Sari, mewakili Kepala DPMPTSP H Dikdik Solihin, menyampaikan dari target investasi tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp19,2 triliun lebih, itu didominasi oleh PMA atau Penanaman Modal Asing, ketimbang PMDN atau Penanaman Modal Dalam Negeri. Dan para pengusaha asing yang berinvestasi di Subang ini, mayoritas berasal dari berbagai negara di Benua Asia.
"Investasi di kita saat ini didominasi PMA, terutama dari negara China, Korea, Vietnam di Vinfast, Taiwan di Taifa dan di BYD itu Jepang dan China. Rata-rata didominasi negara-negara Asia, kalau yang Taifa itu karena peralihan dari Taiwan. Kalau investasi dari wilayah benua Eropa belum ada. Kemarin itu ada calon investor kesini dari Taiwan juga," kata Wulan kepada Pasundan Ekspres.
Dia menerangkan, di tahun 2025 lalu, pihaknya ditarget investasi oleh Pemprov Jawa Barat sebesar Rp10,5 triliun, dan target itu berhasil dilampaui. Sedangkan di tahun 2026 ini, pihaknya dipatok target investasi sebesar Rp19,2 triliun.
"Target investasi dari propinsi tahun 2025 sebesar Rp10,5 triliun, alhamdulillah realisasinya bisa mencapai Rp18,2 triliun. Jadi kita berhasil mencapai 100 persen lebih, melampaui target. Adapun untuk tahun 2026 target kita sebesar Rp19,2 triliun. Dan sampai triwulan kedua di bulan Juni ini, tadi hasil briefing sudah tercapai sekitar Rp3,2 triliun lebih," sambungnya.
Pihaknya optimistis bisa mencapai target investasi yang ditetapkan meskipun capaian di triwulan kedua baru sekitar Rp3,2 triliun dari total target sebesar Rp19,2 triliun.
"Cuma untuk target yang sekarang ini sebetulnya kita sudah punya gambaran bahwa investasi Subang saat ini meningkat ya, insyaallah tercapai target karena ada sekitar enam perusahaan sudah masuk. Cuma lagi diproses perizinannya, PBG-nya. Akhir tahun insyaallah tercapai target Rp19,2 triliun ini," kata dia.
Wulan menyebut, keenam perusahaan itu didominasi oleh industri otomotif.
Enam perusahaan itu ada di kawasan industri, kebanyakannya perusahaan otomotif yakni Vinfast dan BYD, kawasannya di Surya Cipta. Kalau perusahaan manufaktur kurang, sekarang trennya perusahaan otomotif.(dan/sep)
