DPMPTSP Subang Perkuat Promosi Investasi, Serapan Tenaga Kerja Lokal Didorong

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang terus mendorong masuknya investasi sebagai salah satu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru. Melalui DPMPTSP Subang, berbagai strategi promosi investasi terus dilakukan untuk menarik minat investor sekaligus memperkuat posisi Subang di kawasan Segitiga Rebana.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Subang H Dikdik Solihin mengatakan, salah satu upaya promosi investasi dilakukan melalui Subang Investment Forum 2026 yang digelar pada Juni lalu. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi investasi Subang sekaligus mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor dan pemangku kepentingan.
Menurut Dikdik, kegiatan tersebut turut menghadirkan investor nasional serta tokoh penting, termasuk Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana. Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Subang sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Jawa Barat.
Selain promosi melalui forum investasi, DPMPTSP juga berupaya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan proses perizinan sekaligus memberikan kepastian bagi investor yang akan menanamkan modal di Subang.
“Kita memberikan kemudahan perizinan melalui OSS. Selain itu, kita juga melakukan pelayanan jemput bola, sehingga pelayanan lebih transparan dan pemerintah bisa lebih aktif mendekatkan diri kepada pelaku usaha,” ujar Dikdik.
DPMPTSP juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman dan nyaman. Menurut Dikdik, kepastian pelayanan dan kemudahan birokrasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor yang masuk ke Kabupaten Subang.
Dorong Tenaga Kerja Lokal
Masuknya investasi ke Subang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Dikdik mengatakan, salah satu fokus pemerintah adalah memperkuat keterhubungan antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal. Salah satunya melalui program pemagangan bagi pelajar maupun mahasiswa yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Yang kuliah di politeknik atau sekolah kejuruan, misalnya mesin, bisa melakukan prakerja di perusahaan selama enam bulan atau magang. Nanti kalau perusahaan membutuhkan tenaga kerja, bisa langsung diangkat. Itulah harapan Bupati dan Gubernur,” jelasnya.
Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Tenaga kerja lokal tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk direkrut perusahaan setelah menyelesaikan masa magang.
Investasi Tetap Perhatikan Pertanian
Di tengah meningkatnya investasi dan pembangunan industri, Pemkab Subang juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pembangunan daerah. Pertumbuhan kawasan industri diharapkan berjalan beriringan dengan perlindungan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Subang.
Dikdik mengatakan pemerintah tidak ingin pertumbuhan investasi mengabaikan keberadaan lahan pertanian. Karena itu, pengembangan investasi harus tetap memperhatikan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.
“Dengan banyaknya investor yang datang dan membangun perusahaan di Subang, pemerintah tetap memperhatikan keseimbangan daerah. Membuka lapangan kerja baru, tetapi tetap berupaya menjaga kelestarian lahan pertanian di Kabupaten Subang,” pungkasnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan investasi sebagai penggerak ekonomi daerah yang tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sekaligus menjaga keseimbangan pembangunan Subang.(red)
