DPRD Desak DLH Tangani Tumpukan Sampah di Pabuaran

PASUNDANEKSPRES.ID - Tumpukan sampah yang berada di Kampung Sukasari, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, dikeluhkan warga karena sudah tidak diangkut selama kurang lebih dua tahun. Kondisi tersebut menyebabkan sampah menumpuk hingga melebihi kapasitas dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada Anggota DPRD Kabupaten Subang, H. Anharudin, saat menyampaikan aspirasi terkait kondisi lingkungan di wilayah tersebut.
Menurut Anharudin, persoalan sampah yang berada di pinggir jalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang.
Ia meminta agar pengangkutan sampah segera dilakukan sebelum dampaknya semakin meluas.
"Warga mengeluhkan tumpukan sampah yang sudah lama tidak diangkut. Informasi yang kami terima, kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua tahun. Saat ini sampah sudah penuh, overload, dan menimbulkan bau busuk yang mengganggu masyarakat," ujar Anharudin kepada Pasundan Ekspres.
Tumpukan Sampah di Tepi Jalan Merusak Estetika Lingkungan
Ia mengatakan, keberadaan tumpukan sampah di tepi jalan tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan bagi warga sekitar, terutama saat musim hujan.
Karena itu, ia meminta DLH Kabupaten Subang untuk segera menerjunkan armada dan melakukan pengangkutan sampah yang telah menumpuk tersebut.
"Kami meminta DLH segera turun tangan melakukan pengangkutan. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat," tegasnya.
Anharudin menambahkan, aspirasi yang disampaikan warga merupakan bentuk harapan agar pemerintah hadir memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat.
Selain pengangkutan, ia juga mendorong adanya penanganan jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, diperlukan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, termasuk penyediaan sarana dan jadwal pengangkutan yang rutin.
"Saya berharap pemerintah daerah dapat merespons keluhan warga sehingga lingkungan kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat yang melintas," tutupnya.(cdp/sep)
