Fahri Husaeni, Pemuda Kampung Asal Pantura Dilantik Jadi Advokat

BANDUNG- Ada cerita berkesan pada Sidang Luar Biasa di Pengadilan Tinggi Bandung pada Senin (22/09/2025).
Salah seorang pria yang juga mengenakan pakaian toga advokat nampak sumringah dan terharu mengikuti sidang tersebut.
Ia adalah Fahri Husaeni, seorang pemuda berusia 26 tahun asal Pantura, tepatnya di Dusun Tegalkoneng 1, Desa Tambakjati Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang yang resmi mengemban tugasnya menjadi seorang Advokat melalui sidang tersebut.
Meskipun berlatar belakang sebagai pemuda kampung yang hidup dalam kesederhanaan, ia tetap memiliki mimpi yang tidak sederhana, tetapi besar.
“Suksesnya pelantikan ini menunjukkan bahwa cita-cita besardapat diraih, bahkan bagi mereka yang tumbuh dan berkembang di kampung. Hal ini menjadi bukti bahwa dengan semangat belajar yang sungguh-sungguh dan kemampuan membangun komunikasi yang baik, segala hal bisa terwujud,” ucap Fahri Husaeni.
Fahri yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Subang Angkatan 2019, lulus dari studinya pada 10 Mei Tahun 2023.
Dirijya Melanjutkan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Adokat ( UPA ) yang di lselenggarakan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan sebagai Ketua Umum yang bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan Karawang.
Setelah berjuang sangat panjang dari mulai Pendidikan Khusus Profesi Advokat, Ujian Profesi Advokat dan Pemberkasan, dalam Sudang Luar Biasa di Pengadilan Tinggi Bandung pada Senin (22/09/2025), akhurnya Fahri Husaeni resmi menjadi seorang Advokat.
Ia tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) DPC Bale Bandung, Pengangakatan Advokat dilaksanakan merujuk pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, Dalam Pasal 4 ayat 1.
Walaupun ia telah mencapai mimpinya, Fachri tidak lupa darima dirinya berasa. Maka dari itu, ia berkomitmen untuk memberikan konsultasi hukum gratis kepada masyarakat Pantura, khususnya bagi warga Tambakjati.
“Ini bentuk kepedulian saya terhadap masyarakat kampung halaman serta bertekad untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan tempat saya tumbuh besar,” jelasnya.
Pencapaian ini tidak membuat dirinya puas dan terus ingin belajar, ia mengungkapkan bahwa saat ini dirinya tengah melanjutkan pendidikan S2 di Program Magister Hukum Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) dengan Prodi Hukum Pidana.
“Dengan semangat belajar yang tak kenal lelah dan keyakinan latar belakang dari kampung dapat melahirkan jiwa profesional muda yang berkualitas, saya siap menjalani peranbaru sebagai bagian dari kader hukum yang memberikanharapan baru bagi masyarakat Pantura,” ucapnya.(adv/fsh)
