Forum Arus Bawah Subang Soroti Kelangkaan Material Bangunan, Komisi III DPRD Kabupaten Subang Menggelar Audiensi

PASUNDANEKSPRES.ID - Percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Subang yang digelorakan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita atau Kang Rey harus didukung oleh semua pihak, termasuk ketersediaan material bahan tambang seperti batu, pasir, dan material lainnya.
Namun, di lapangan terjadi kelangkaan material tambang tersebut, sementara kebutuhan masyarakat terhadap material bangunan juga terus meningkat.
Menyikapi hal tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Subang menggelar audiensi dengan masyarakat Subang yang tergabung dalam Forum Arus Bawah, Selasa (20/1/2026).
Audiensi yang membahas kelangkaan bahan material tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Subang dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Oing Abdul Rohim, beserta jajaran, serta Koordinator Forum Arus Bawah Andi Lukman Hakim bersama rekan-rekannya, di antaranya praktisi hukum Irwan Yustiarta dan aktivis LSM Omay Komarudin.
Dalam audiensi tersebut dibahas dampak kelangkaan material bangunan alam terhadap percepatan pembangunan serta kebutuhan masyarakat secara umum.
“Audiensi membahas seputar persoalan tambang atau galian. Kelangkaan material tambang batu dan pasir menjadi salah satu kendala pembangunan di Kabupaten Subang,” kata Ketua Komisi III DPRD Subang, H. Oing Abdul Rohim.
Sementara itu, Koordinator Forum Arus Bawah menyampaikan bahwa salah satu rekomendasi Komisi III DPRD Subang adalah meminta pemerintah daerah untuk membuka kembali tambang atau galian yang telah memiliki izin, agar kebutuhan material bangunan masyarakat Subang dapat terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan.
Adapun untuk tambang yang perizinannya masih dalam proses, direkomendasikan agar dapat ditoleransi untuk melanjutkan kegiatan penambangan dengan catatan tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Intinya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum Subang, tambang tersebut harus tetap berjalan sehingga kebutuhan material tambang terpenuhi, baik untuk masyarakat maupun pemerintah daerah yang sedang menggenjot pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. (dan/ded)
