Forum Bursa Kerja Khusus Sebut Peluang Kerja di Subang Besar, Benarkah?

PASUNDANEKSPRES.ID - Pengurus Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Subang menyebut, peluang lapangan kerja Subang kini sebetulnya besar dengan tumbuhnya sektor industri.
Terutama di salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Subang. Yakni Subang Smartpolitan yang tengah gencar mencari tenaga kerja terampil untuk perusahaan mobil listrik BYD.
"Yang saat ini sedang ramai adanya pabrik mobil listrik, dengan perkiraan sekitar 18 ribu kebutuhan tenaga kerja yang akan diserap oleh PT BYD dan perusahaan penopang atau penyuplai sparepart-nya," ucap pengurus FBKK, Tarmo kepada Pasundan Ekspres.
Untuk bisa mengalokasikan lapangan pekerjaan tersebut kepada tenaga kerja lokal pemuda di Subang, pihak BKK bekerja sama dengan BLK di setiap satuan Pendidikan untuk melakukan pelatihan vokasi kepada para agar dapat memenuhi kebutuhan industri tersebut.
"Kami di BKK berkolaborasi dengan BLK dalam pelaksanaan pelatihan vokasi beberapa keahlian kepada para alumni agar dapat memiliki skill yang diperlukan oleh industri saat ini," ucapnya.
Di samping itu, FBKK juga berusaha untuk menjembatani para pencari kerja dalam empeorleh informasi lapangan pekerjaan melalui koneksi HRD di berbagai perusahaan di Kabupaten Subang.
"Kami juga berusaha untuk menyambung koneksi dengan HRD di beberapa perusahaan agar dapat memperoleh informasi seputar lapangan pekerjaan yang sedang tersedia," ucapnya.
Dengan berbagai usaha yang dilakukan, tidak muluk-muluk, ia hanya berharap tenaga kerja lokal pemuda di Subang dapat terserap paling tidak setengah dari apa yang telah dialokasikan oleh perusahaan.
"Harapannya 50 persen bisa menyerap tenaga lokal, karena tidak dipungkiri tenaga kerja di luar Subang yang masih provinsi Jawa Barat juga akan masuk," ucapnya.
Hal ini dikarenakan adanya aplikasi "Nyari Gawe" dari Pemprov Jawa Barat yang memungkinkan persaingan dengan tenaga kerja dari daerah Jawa Barat lainnya.
"Ini karena pemerintah provinsi membuat aplikasi "Nyari Gawe" dimana semua pelamar di Jawa Barat masuk ke aplikasi tersebut dan terkoneksi dengan perusahaan yang terdaftar di aplikasi," tutupnya.
