Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Guru Besar UIN Siber: Orang Tua Penting Perkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|20:20 WIB
Bagikan:
Guru Besar UIN Siber: Orang Tua Penting Perkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital
Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.A menjadi pembicara dalam Seminar Pendidikan yang digelar Yayasan Panatagama, Minggu (28/6/2026).(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)


** Anak-anak Perlu Mendapat Pendampingan 

SUBANG - Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.A menjadi pembicara dalam Seminar Pendidikan yang digelar Yayasan Panatagama di Aula Pemda pada Minggu (28/6/2026). Tema yang diangkat yakni 'Mendidik Anak dengan Cinta, Adab, dan Keteladan di Era Digital'.

Dalam pemaparannya, Prof. Dedi mengajak peserta untuk membangun suasana positif dan kebahagiaan sebagai bagian dari nilai keagamaan. Menurutnya, salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah dengan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.

“Ketika kita mampu membahagiakan orang lain, sesungguhnya kita sedang menjalankan nilai-nilai yang dicintai Allah SWT,” ujarnya di hadapan peserta.

Prof Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, banyak persoalan yang muncul berawal dari perasaan ditolak, diabaikan, tidak dihargai, dan berbagai luka batin yang sering kali tidak disadari.

Prof. Dedi mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW menghadapi berbagai perlakuan buruk dengan sikap memaafkan dan kasih sayang. Sikap tersebut, kata dia, menjadi pelajaran penting bagi masyarakat saat ini yang hidup di tengah berbagai tantangan sosial.

“Rasulullah mengajarkan bahwa memaafkan dan memahami orang lain adalah jalan menuju kemuliaan. Banyak orang berbuat salah bukan karena ingin menyakiti, tetapi karena mereka belum mengetahui kebenaran,” katanya.

Tantangan Besar Pada Era Digital

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dedi juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi keluarga pada era digital. Ia menilai perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan ancaman terhadap ketahanan keluarga apabila tidak disikapi secara bijak.

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah Fear of Missing Out (FOMO), yakni rasa takut tertinggal dari berbagai informasi dan tren yang beredar di media sosial.

“Era digital menghadirkan godaan yang luar biasa. Banyak orang kehilangan fokus, kehilangan waktu bersama keluarga, bahkan kehilangan ketenangan karena terus-menerus mengejar apa yang ada di media sosial,” ujarnya.

Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam penggunaan teknologi serta membangun komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga.

Menurutnya, keluarga yang kuat harus dibangun di atas fondasi sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun pada era sekarang, konsep tersebut perlu diperkuat dengan kemampuan bertahan menghadapi berbagai tekanan zaman.

“Sakinah bukan hanya tenang dan bahagia, tetapi juga mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern,” tegasnya.

Prof. Dedi menekankan bahwa anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar fasilitas dan pendidikan formal. Mereka membutuhkan keteladanan yang nyata dari orang tua.

Ia menyebutkan setiap anak memerlukan dua bentuk kecantikan dan ketampanan, yakni outer beauty dan inner beauty. Outer beauty berkaitan dengan penampilan dan kesehatan fisik, sedangkan inner beauty berkaitan dengan akhlak, iman, karakter, dan nilai-nilai kehidupan.

“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari. Keteladanan adalah pendidikan yang paling efektif,” katanya.

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mencintai anak-anak dengan sepenuh hati karena cinta yang tulus akan melahirkan rasa percaya diri, keberanian, dan motivasi untuk meraih kesuksesan.

Dalam sesi motivasinya, Prof. Dedi memaparkan lima faktor utama yang menentukan kemajuan generasi masa depan.

Kelima faktor tersebut adalah kreativitas, inovasi, networking atau kemampuan membangun jejaring, penguasaan teknologi, dan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, anak-anak yang mampu mengembangkan lima kemampuan tersebut akan lebih siap menghadapi perubahan zaman dan persaingan global.

“Kalau teknologi tidak kita kuasai, maka kita akan tertinggal. Tetapi teknologi harus tetap dibarengi dengan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan terus belajar sepanjang hayat.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan kegelisahan mereka terkait pola asuh anak di era digital. Salah satu peserta menanyakan bagaimana cara menghadapi anak yang mengalami berbagai tantangan sosial maupun psikologis.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Dedi menegaskan pentingnya kesabaran, penerimaan, dan kasih sayang dalam mendampingi anak-anak.

Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikan yang merupakan anugerah dari Tuhan. Karena itu, orang tua harus lebih fokus membangun hubungan emosional yang sehat dibandingkan hanya menuntut prestasi.

“Anak-anak adalah amanah sekaligus ayat-ayat Tuhan yang hidup. Mereka harus dihormati, dicintai, dan dibimbing dengan penuh kesabaran,” katanya.

Menjelang akhir acara, suasana semakin hangat ketika Prof. Dedi mengajak peserta bernyanyi bersama. Momen tersebut menjadi simbol pentingnya menghadirkan cinta, kebersamaan, dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle3 menit lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional19 menit lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga34 menit lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional49 menit lalu
ADVERTISEMENT
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang51 menit lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang1 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang1 jam lalu
Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat1 jam lalu
Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Jawa Barat2 jam lalu
Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Nasional2 jam lalu