Heboh! Ribuan Pengunjung Saksikan Ngarak Budak Sunat di Ultah KDM ke-55 di Lembur Pakuan Subang, Suasana Masih Ramai Hari Ini

PASUNDAN EKSPRES.ID – Suasana Lembur Pakuan di Desa Sukadaya, Kabupaten Subang, masih ramai pasca-puncak perayaan ulang tahun ke-55 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Kang Dedi Mulyadi/KDM) pada Sabtu (11 April 2026).
Ribuan warga dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati kawasan tersebut, menyebabkan lalu lintas padat merayap di sekitar lokasi sepanjang acara berlangsung.
Perayaan ulang tahun KDM dikemas dalam rangkaian acara budaya bertajuk "Nyuhun Buhun di Lembur Pakuan” yang berlangsung dari 9 hingga 12 April 2026.
Acara ini menjadi wadah pelestarian tradisi Sunda sekaligus ungkapan syukur dan doa untuk Gubernur kelahiran Subang 11 April 1971.
Puncak kemeriahan terjadi pada Sabtu sore hingga malam, dengan Ngarak Budak Sunat yang diwarnai arak-arakan kesenian tradisional, wayang golek, ohang, serta berbagai pertunjukan budaya dari berbagai daerah.
Menurut laporan wartawan Pasundanekspres, ribuan pengunjung memadati Lembur Pakuan sejak pagi sabtu (11 april 2026).
Jalan menuju kawasan wisata edukasi milik KDM tersebut mengalami kemacetan parah, terutama saat prosesi Ngarak Budak Sunat dari Sawah Lega menuju Taman Bunisora.
Banyak warga yang datang dengan sepeda motor dan mobil pribadi, sehingga area parkir pun penuh sesak.
Meski demikian, suasana tetap kondusif dan penuh kegembiraan, dengan warga antusias menyaksikan serta ikut serta dalam tradisi tersebut.
Acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun pribadi, melainkan momentum pelestarian budaya Sunda yang kuat. Rangkaian “Nyuhun Buhun” mencakup berbagai kegiatan, di antaranya:
- 9 April: Mantun & Gemyung (Kuta Jaga Rasa)
- 10 April: Eling ka Indung (Bale Pamanah Rasa)
- 11 April: Ngarak Budak Sunat (puncak utama) dan Pagelaran 2 Dalang & Ohang
- 12 April: Sunatan Massal di Bale Kapeurih (pagi hari)
Pada hari inj, Minggu 12 April 2026, Dedi Mulyadi mengundang warga Jawa Barat yang memiliki waktu senggang untuk datang ke Lembur Pakuan guna “tebarkan bahagia” bersama.
Sunatan massal menjadi salah satu agenda penutup yang dinanti, sebagai bentuk kepedulian sosial KDM terhadap generasi muda di tanah kelahirannya.
Dalam momen ini, KDM juga dikenang sebagai sosok yang dekat dengan rakyat.
Beberapa laporan menyebutkan ia sempat mengenang sosok ibundanya dalam perayaan ulang tahun ke-55, dengan tema “dari ibu yang lapar lahir generasi kenyang”.
Hal ini mencerminkan perjalanan hidup dan dedikasinya membangun Jawa Barat dari akar rumGubernu
Suasana di Lapangan
Padatnya pengunjung di Lembur Pakuan tidak hanya terlihat pada lalu lintas, tetapi juga pada antusiasme warga.
Banyak yang datang dari luar Subang, seperti Bandung, Karawang, Bekasi, dan Purwakarta.
Video-video di media sosial menunjukkan kerumunan warga yang sumringah menyaksikan arak-arakan budak sunat yang diiringi kesenian tradisional.
Suasana semakin meriah meski sempat diguyur hujan di beberapa momen, namun pengunjung tetap bertahan.
Kepolisian setempat bersama Satpol PP dan panitia tampak sigap mengatur lalu lintas dan keamanan agar acara berjalan lancar. Tidak ada laporan insiden berarti hingga update hari ini, 12 April 2026.
Acara Nyuhun Buhun ini juga menjadi respons atas kritik sebelumnya yang sempat disampaikan KDM terkait pengelolaan Lembur Pakuan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Subang.
Kini, kawasan tersebut semakin hidup sebagai pusat spirit budaya Sunda 2026, sekaligus destinasi wisata edukasi yang dikelola langsung dengan sentuhan pribadi Gubernur.
Pesan dari KDM dan Harapan ke Depan
Melalui perayaan ini, Dedi Mulyadi kembali menegaskan komitmennya melestarikan nilai-nilai leluhur Sunda.
Ia mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk bangga dengan budaya sendiri sambil terus mendukung pembangunan daerah.
Bagi warga Subang, momen ini menjadi kebanggaan tersendiri karena tanah kelahiran Gubernur kini menjadi pusat perhatian nasional.
Hingga Minggu pagi ini, 12 April 2026, Lembur Pakuan masih ramai dikunjungi warga yang ingin ikut serta dalam sunatan massal dan menikmati suasana pasca-puncak perayaan.
Panitia mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban agar tradisi ini dapat terus dilestarikan setiap tahun.
Dengan semangat “Bapak Aing”, perayaan ulang tahun ke-55 ini tidak hanya menjadi momen pribadi, melainkan pesta rakyat yang memperkuat ikatan antara pemimpin dan masyarakat di Kabupaten Subang.
