Industri Otomotif Indonesia datang dari BYD, Gas Tengah 2026! Siap Ngebut Produksi, Ribuan Lowongan Kerja Ikut Dibuka

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabar besar buat industri otomotif Indonesia datang dari BYD. Pabrik mobil listrik raksasa mereka yang berada di Subang Smartpolitan, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi dan memproduksi kendaraan pada pertengahan 2026.
Manajemen PT BYD Motor Indonesia disebut telah menyelesaikan proses integrasi peralatan dan kini memasuki tahap uji kelayakan. Pabrik ini juga bukan proyek kecil-kecilan. Kapasitas produksinya diperkirakan mencapai hingga 150.000 unit mobil listrik per tahun.
Yang bikin makin menarik, fasilitas tersebut akan langsung memproduksi beberapa model populer untuk pasar Indonesia dengan status produksi lokal atau Made in Indonesia. Sejumlah model yang diproyeksikan menjadi andalan antara lain BYD Atto 1 yang diperkirakan menjadi model produksi massal awal, kemudian BYD Dolphin, BYD Atto 3, BYD Seal, hingga BYD M6 yang hadir sebagai MPV listrik.
Bukan cuma soal mobil baru, proyek ini juga membawa kabar baik buat pencari kerja. Pabrik BYD di Subang diperkirakan mampu menyerap hingga 20.000 tenaga kerja.
Rekrutmen dilakukan secara bertahap dengan berbagai posisi yang dibuka, mulai dari sektor profesional hingga operasional lapangan. Posisi profesional meliputi Planning Specialist, Mandarin Translator, HR Specialist, Quality Engineer, dan Business Coordinator.
Sementara di lini teknis dan operasional tersedia peluang sebagai Operator Produksi, Teknisi Listrik, Inspektor IPQC/IQC/OQC, Operator Gudang, Welder, hingga Operator Forklift dan Gantry Crane.
Kualifikasi umumnya meliputi lulusan minimal SMA atau SMK untuk posisi teknis, memiliki sertifikat keahlian atau SIO aktif sesuai bidang, pengalaman kerja sekitar 1–2 tahun, serta bersedia ditempatkan di wilayah Subang.
Untuk proses pendaftaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama langsung dengan BYD agar perekrutan berjalan transparan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Pendaftaran resmi dilakukan melalui Nyari Gawe, sedangkan informasi pembaruan lowongan juga bisa dipantau melalui JobStreet Indonesia.
Kalau semuanya berjalan sesuai target, pertengahan 2026 bisa jadi momen ketika Subang mulai berubah menjadi salah satu pusat industri kendaraan listrik terbesar di Indonesia.
