Ini Progres Pembangunan Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang, Bangunan Utama Sudah Berdiri

PASUNDANEKSPRES.ID – Pembangunan fasilitas produksi mobil listrik milik perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, di kawasan industri Subang terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Proyek yang berada di kawasan industri yang dikelola Suryacipta tersebut kini telah memasuki tahap konstruksi yang cukup maju, dengan bangunan utama pabrik sudah berdiri.
General Manager Sales & Tenant Relations Suryacipta, Binawati Dewi, mengungkapkan bahwa perkembangan pembangunan pabrik kendaraan listrik tersebut sudah terlihat jelas di lapangan. Meski demikian, proses konstruksi belum sepenuhnya rampung.
“Secara fisik bangunannya sudah terlihat dan progres pembangunannya sangat masif, meskipun kemungkinan belum selesai 100 persen,” ujar Dewi di Jakarta, Jumat (13/3/2025).
Menurutnya, kemajuan proyek ini paling terlihat dari struktur bangunan utama yang kini sudah berdiri tinggi di area pabrik. Selain fasilitas produksi, bangunan kantor juga telah dibangun dan tampak menjulang di lokasi proyek.
“Kalau datang langsung ke lokasi, progresnya sangat terlihat. Bangunan pabriknya sudah berdiri, termasuk gedung kantor yang juga sudah tinggi,” katanya.
Pabrik mobil listrik tersebut dibangun di atas lahan yang cukup luas, yakni sekitar 108 hektare. Dari pantauan di lapangan, hampir seluruh area lahan telah dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas industri.
“Luas lahannya sekitar 108 hektare, dan dari yang saya lihat hampir seluruh area sudah dimanfaatkan untuk pembangunan,” jelas Dewi.
Kendati pembangunan berlangsung pesat, produksi massal kendaraan listrik di pabrik tersebut diperkirakan belum akan dimulai dalam waktu dekat.
Dewi menyebutkan bahwa proses produksi masih menunggu penyelesaian tahap akhir konstruksi serta agenda peresmian resmi dari perusahaan.
Ia menambahkan, perusahaan otomotif global umumnya akan menggelar seremoni khusus saat memulai produksi kendaraan secara lokal.
“Biasanya kalau ada produksi perdana atau peluncuran produksi lokal pasti akan ada acara seremoni,” ujarnya.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa produksi lokal kendaraan listrik di fasilitas tersebut ditargetkan mulai berjalan pada kuartal pertama tahun ini. Namun hingga kini belum ada kabar resmi mengenai dimulainya produksi perdana.
“Saya sempat mendengar targetnya kuartal pertama, tetapi sampai sekarang belum ada informasi mengenai produksi pertama,” kata Dewi.
Investasi pembangunan pabrik mobil listrik ini menjadi salah satu proyek otomotif terbesar yang masuk ke kawasan industri Subang dalam beberapa tahun terakhir. Skala lahannya yang mencapai lebih dari 100 hektare menunjukkan besarnya investasi yang ditanamkan dalam proyek tersebut.
“Kalau melihat dari ukuran lahannya memang sangat besar. Untuk satu pabrik saja bisa lebih dari 100 hektare,” tuturnya.
