Jejak Spiritual Waliyullah Syeikh Eyang Haji Jaya Kusuma Makam Keramat di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Selain dikenal dengan kekayaan alam yang melimpah, juga menyimpan pesona spiritual yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, ada beberapa Makam Keramat di Subang yang penuh dengan spiritual.
Salah satunya adalah makam-makam keramat para tokoh penyebar Islam yang tersebar di berbagai wilayah Subang.
Di antara yang paling dikenal adalah Makam Waliyullah Syeikh Eyang Haji Jaya Kusuma yang berada di Kampung Dayeuh Luhur, Desa Cimanggu, Kecamatan Cisalak.
Ziarah ke Makam Eyang Jaya Kusuma
Pada Minggu (2/2/2020), sejumlah rekan media Subang berkesempatan mengunjungi dan menziarahi makam yang dikeramatkan ini.
Rombongan turut didampingi oleh Aminullah, tokoh masyarakat Cimanggu sekaligus Kepala KUA Cisalak, Japar selaku Ketua Karang Taruna Desa Cimanggu, Ketua RT Kampung Citali, serta Ustadz Ridwan Hartiwan, pimpinan Ponpes Darul Falah Cimanggu.
Dari jalan raya Cisalak–Tanjungsiang, makam ini dapat dijangkau sekitar 4 kilometer menuju kawasan perkampungan Citali.
Lokasinya berada di area perbukitan yang rindang dan dikelilingi hutan bambu, tak jauh dari pemukiman warga.
Di pintu masuk, terdapat gapura bertuliskan “Makam Waliyullah Syekh Eyang Haji Jaya Kusuma” sebagai penanda.
Makam Sederhana Bernuansa Mistis
Makam Eyang Jaya Kusuma dan istrinya tampak sederhana, hanya berupa gundukan tanah yang dikelilingi batu-batu alam.
Meski demikian, tempat ini dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Menurut penuturan Aminullah, Eyang Jaya Kusuma dikenal sebagai ulama penyebar Islam di wilayah selatan Subang, khususnya di Kecamatan Cisalak.
“Beliau diyakini sebagai keturunan Mataram yang berdakwah di wilayah ini. Sayangnya, catatan mengenai silsilah dan perjalanan hidupnya tidak banyak diketahui karena para tetua yang mengetahui sejarahnya sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Makam ini tak pernah sepi dari peziarah, terutama pada malam Jumat. Banyak pengunjung datang dari Subang maupun luar daerah, seperti Bandung.
Tujuan ziarahnya beragam, mulai dari berdoa, memohon kelancaran rezeki, hingga mencari berkah (ngalap berkah) untuk jodoh atau jabatan.
Makam Lain di Kawasan Hutan Bambu
Selain makam Eyang Jaya Kusuma, di kawasan hutan bambu Cimanggu juga terdapat dua makam keramat lainnya yang masih berhubungan dengan tokoh penyebar Islam:
- Makam Eyang Badra Kusuma alias Eyang Santri
- Makam Eyang Tirta Kusuma alias Eyang Kuwu
Tokoh pemuda Cimanggu, Japar, menjelaskan bahwa di area makam Eyang Santri juga terdapat makam unik bernama Eyang Sapingping atau Eyang Satu Paha.
“Disebut Eyang Sapingping karena diyakini yang dimakamkan di sini hanya bagian paha atau pingping Eyang saja. Konon, beliau memiliki ilmu kebal sehingga jasadnya dimakamkan terpisah di beberapa tempat. Banyak peziarah datang ke sini untuk tujuan spiritual, terutama mencari ilmu kekebalan atau kedigjayaan,” ungkapnya.
Sayangnya, kondisi ketiga makam keramat tersebut kini kurang terawat. Jalan menuju lokasi masih sulit diakses, dan bangunan gubuk yang dulu menaungi makam kini hanya menyisakan batu pondasi dan tumpukan genting.
Karang Taruna Desa Cimanggu berharap Pemerintah Kabupaten Subang dapat memberikan perhatian lebih terhadap situs bersejarah dan spiritual ini.
Selain memperbaiki akses jalan dan fasilitas, mereka juga mengusulkan agar ditunjuk juru kunci resmi (kuncen) yang dapat merawat serta menjaga situs makam tersebut.
