Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jelang Lebaran, Pedagang Nanas Kembali Berjualan di Bahu Jalan Jalancagak- Kasomalang

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|17:55 WIB
Bagikan:
Jelang Lebaran, Pedagang Nanas Kembali Berjualan di Bahu Jalan Jalancagak- Kasomalang
Pedagang Nanas Kembali Berjualan di Bahu Jalan Jalancagak- Kasomalang

PASUNDANEKSPRES.ID - Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah pedagang nanas kembali membuka lapak di bahu jalan raya Jalancagak–Kasomalang, Kabupaten Subang, pada Sabtu (20/3/2026). Padahal sebelumnya, kawasan tersebut sempat ditertibkan oleh Satpol PP Provinsi Jawa Barat bersama Satpol PP Kabupaten Subang.

Pantauan di lokasi menunjukkan para pedagang tetap beraktivitas seperti biasa. Sebagian terlihat sibuk melayani pembeli, sementara lainnya menata dagangan nanas sesuai ukuran dan jenis untuk menarik minat konsumen yang melintas.

Para pedagang yang umumnya menggunakan tenda sederhana, memilih kembali berjualan di lokasi tersebut demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, khususnya menjelang Lebaran.

Salah seorang pedagang, Nana, mengaku terpaksa kembali berjualan meskipun sadar akan risiko penertiban. Ia mengatakan kebutuhan keluarga menjadi alasan utama dirinya kembali membuka lapak.

“Saya bukannya tidak mau ikut aturan, tapi kami juga punya keluarga. Saya ingin bisa beliin baju Lebaran untuk anak-anak. Kan, mau Lebaran,” ujar Nana.

Nana juga mengungkapkan rasa khawatir yang selalu menghantui saat berjualan di bahu jalan. Menurutnya, ketidakpastian terkait penertiban membuat para pedagang tidak merasa tenang dalam menjalankan usaha.

“Jujur, saya jualan di sini tidak tenang. Takutnya sudah beli nanas dari bandar, tahu-tahu malah ditertibkan lagi. Tapi saya berharap petugas bisa mengerti kondisi kami, apalagi jelang Lebaran,” tambahnya.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Yadi. Dia mengaku kesulitan mencari lokasi alternatif setelah dilakukan penertiban sebelumnya. Kondisi tersebut membuatnya kembali berjualan di lokasi yang sama meski dengan keterbatasan.

“Setelah ditertibkan, saya bingung cari tempat berjualan. Terpaksa buka di sini, walaupun harus jualan ngampar. Anak saya masih sekolah, kalau tidak jualan, bagaimana biayanya,” keluh Yadi.

Yadi juga menyinggung rencana pembangunan kios pengganti oleh pemerintah. Namun, menurutnya belum ada kepastian apakah dirinya akan mendapatkan tempat tersebut.

“Kalaupun ada kios pengganti, belum tentu saya kebagian,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Subang telah melakukan penertiban ratusan bangunan liar di sepanjang jalan provinsi di wilayah Kecamatan Jalancagak. Pembongkaran tersebut dilakukan pada 26 Mei 2025 dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, serta dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Subang.

Penertiban dilakukan sebagai upaya penataan kawasan dan menjaga ketertiban serta keselamatan pengguna jalan. Namun di sisi lain, para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berjualan di pinggir jalan harus menghadapi dilema antara mematuhi aturan dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, para pedagang berharap adanya solusi dari pemerintah, baik berupa penyediaan lokasi berjualan yang layak maupun kebijakan yang dapat mengakomodasi kebutuhan ekonomi mereka, khususnya menjelang momen Lebaran yang menjadi harapan untuk meningkatkan penghasilan.(hdi)

Berita Terbaru

Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

Nasional1 jam lalu
Menuju Sekda Subang: Iwan Syahrul Tawarkan Integrasi Aplikasi untuk Benahi Kinerja Birokrasi

Menuju Sekda Subang: Iwan Syahrul Tawarkan Integrasi Aplikasi untuk Benahi Kinerja Birokrasi

Subang1 jam lalu
Menuju Sekda Subang: Rahmat Effendi Tawarkan Creative Financing dan 5 Skema untuk Percepat Pembangunan Subang

Menuju Sekda Subang: Rahmat Effendi Tawarkan Creative Financing dan 5 Skema untuk Percepat Pembangunan Subang

Subang1 jam lalu
Isu duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, KDM Tegaskan Fokus Kerja di Jawa Barat

Isu duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, KDM Tegaskan Fokus Kerja di Jawa Barat

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
1 Tahun Pasar Sasagara, Om Zein: Bagian Penting Gerakan Ekonomi Masyarakat

1 Tahun Pasar Sasagara, Om Zein: Bagian Penting Gerakan Ekonomi Masyarakat

Purwakarta1 jam lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Subang2 jam lalu
Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Nasional2 jam lalu
Wisata di Subang dari Bekas Galian C: Ketika Lahan Tambang Berubah Jadi Destinasi Wisata

Wisata di Subang dari Bekas Galian C: Ketika Lahan Tambang Berubah Jadi Destinasi Wisata

Subang2 jam lalu
Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Masih Misteri, Polisi Periksa Puluhan Saksi

Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Masih Misteri, Polisi Periksa Puluhan Saksi

Purwakarta3 jam lalu
Cara Hemat Kuota Internet Saat Main TikTok, Pakai Fitur Ini!

Cara Hemat Kuota Internet Saat Main TikTok, Pakai Fitur Ini!

Lifestyle4 jam lalu