Kabupaten Subang Jadi Magnet Investasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Subang Agus Prabanta menyoroti lonjakan investasi senilai Rp18,2 triliun yang masuk ke Kabupaten Subang pada awal 2026. Rabu (6/5), ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta infrastruktur agar manfaat investasi dapat dirasakan maksimal.
“Investasi yang masuk ke Subang menunjukkan tingginya kepercayaan investor. Ini harus direspons dengan kesiapan SDM dan infrastruktur yang matang,” ujar Agus kepada wartawan Pasundan Ekspres.
Menurut Agus, derasnya arus investasi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi daerah. Tanpa kesiapan yang memadai, masyarakat lokal dikhawatirkan hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri yang pesat. Saat ini, Subang menjadi salah satu pusat investasi baru di Jawa Barat.
Kawasan industri terintegrasi seperti Subang Smartpolitan berkembang sebagai sentra industri tekstil dan manufaktur. Selain itu, investasi kendaraan listrik dari VinFast turut memperkuat sektor otomotif di daerah tersebut.
Agus menilai peluang investasi juga terbuka di sektor farmasi dan pariwisata. Diversifikasi sektor dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak bertumpu pada satu bidang usaha.
Tiga Perusahaan Tekstil Beroperasi Subang
Pada April 2026, tiga perusahaan tekstil mulai beroperasi di Subang, yakni PT Serendipity Fashion Indonesia, PT Binkova Textiles Indonesia, dan PT Dafei Textile Indonesia. Ketiganya merupakan bagian dari rantai pasok global merek fesyen asal Swedia, H&M, dengan total investasi mencapai 60 juta dolar Amerika Serikat.
“Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi penonton. SDM harus disiapkan agar mampu terlibat langsung dalam ekosistem industri,” tegasnya.
Ia juga mendorong pelaku usaha lokal dan UMKM memanfaatkan peluang dari pertumbuhan industri, mulai sektor kuliner, jasa, hingga logistik.
“Perputaran ekonomi akan semakin besar jika semua pihak terlibat. BUMD juga harus berperan mendorong peningkatan PAD dan kolaborasi pengusaha lokal dengan industri,” tambahnya.
Agus berharap sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar investasi yang masuk mampu memberikan dampak luas dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah.(hdi/ded)
