Kang Rey Targetkan Bank Emok Hilang dari Subang Lewat Program Saba Lembur

SUBANG - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan praktik pinjaman ilegal atau Bank Emok hilang dari Subang dapat kurangi, bahkan dihapuskan, melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Upaya tersebut diwujudkan lewat program Saba Lembur yang menjadi unggulan Kabupaten Subang dalam ajang Financial Literacy Award 2026.
Kabupaten Subang diketahui berhasil lolos tahap pertama Financial Literacy Award 2026 pada kategori Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.
Program yang diandalkan adalah Saba Lembur, yang merupakan bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Subang dan terintegrasi dengan program Saba Desa, inovasi yang digagas Kang Rey sejak awal menjabat sebagai bupati.
Saat ini, Saba Lembur telah dilaksanakan di 30 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Dawuan, Pagaden Barat, Ciasem, Tanjungsiang, Ciater, dan Jalancagak.
Dalam paparannya di hadapan tiga dewan juri, Kang Rey menjelaskan, Saba Lembur merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Subang dengan OJK Jawa Barat yang berfokus pada peningkatan literasi keuangan masyarakat, terutama bagi warga yang masih rentan menjadi korban pinjaman ilegal.
“Tahun ke tahun permasalahan di bawah (masyarakat) adanya pinjaman ilegal yang dilakukan,” jelas Kang Rey.
Usai pemaparan, Kang Rey menegaskan bahwa tujuan utama Saba Lembur adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini bergantung pada pinjaman dari bank emok menjadi memanfaatkan layanan lembaga keuangan formal yang lebih aman dan terlindungi.
“Hadirnya program ini yang terpenting bisa menjadi solusi untuk masyarakat Subang, mengubah kebiasaan lama ke hal yang baru, sehingga masyarakat lebih terjamin dalam urusan pinjam modal,” tegasnya.
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Subang akan membentuk tim monitoring di tingkat kecamatan dan desa. Selain itu, kegiatan Saba Desa akan dimanfaatkan sebagai media sosialisasi, pemantauan, sekaligus evaluasi pelaksanaan Saba Lembur di lapangan.
“Kami akan bentuk tim di kecamatan maupun desa untuk mengawal program agar memberi manfaat bagi masyarakat. Program Saba Lembur ini diawali dengan Saba Desa, jadi nanti setiap kegiatan Saba Desa salah satu tujuannya untuk meninjau langsung program ini berjalan di lapangan,” pungkas Kang Rey. (cdp)
