Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kapasitas Produksi Pabrik BYD Subang Capai 150.000 Unit per Tahun, Siap Perkuat Industri EV Indonesia

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|19:00 WIB
Bagikan:
Kapasitas Produksi Pabrik BYD Subang Capai 150.000 Unit per Tahun, Siap Perkuat Industri EV Indonesia
Pabrik BYD di Subang memiliki kapasitas produksi awal hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun dan diproyeksikan menjadi salah satu pusat manufaktur EV terbesar di Indonesia. (Foto: Tempo.co)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kapasitas produksi pabrik BYD Subang menjadi salah satu topik yang menarik perhatian sejak produsen kendaraan listrik asal China tersebut mempercepat investasinya di Indonesia. 

Pabrik yang berlokasi di kawasan Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ini dirancang memiliki kapasitas awal hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun.

Kehadiran fasilitas manufaktur tersebut diharapkan mampu memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi penting bagi BYD di kawasan Asia Tenggara. 

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus berkembang, pembangunan pabrik ini juga menjadi langkah strategis BYD untuk memperluas jaringan produksi global. Dengan investasi sekitar Rp11,2 triliun, perusahaan optimistis mampu meningkatkan daya saing kendaraan listrik melalui produksi lokal. 

Kapasitas Produksi Pabrik BYD Subang Mencapai 150.000 Unit per Tahun 

Kapasitas produksi pabrik BYD Subang pada tahap awal ditetapkan sebesar 150.000 unit per tahun. Angka tersebut merupakan kapasitas awal yang disiapkan perusahaan untuk memenuhi permintaan kendaraan listrik di Indonesia sekaligus membuka peluang ekspor ke berbagai negara. 

General Manager Asia Pacific Auto Sales Division BYD, Liu Xueliang, sebelumnya menyampaikan bahwa kapasitas tersebut bukan menjadi batas maksimal. Desain fasilitas manufaktur telah dipersiapkan agar dapat diperluas apabila permintaan pasar meningkat dalam beberapa tahun ke depan. 

Dengan fleksibilitas tersebut, BYD memiliki ruang untuk meningkatkan volume produksi tanpa harus membangun fasilitas baru dari awal. 

Investasi Besar Dukung Kapasitas Produksi Pabrik BYD Subang 

Untuk merealisasikan proyek ini, BYD menggelontorkan investasi sekitar Rp11,2 triliun. Pabrik berdiri di atas lahan sekitar 108 hektare di kawasan Subang Smartpolitan yang memang dikembangkan sebagai kawasan industri modern. 

Investasi tersebut tidak hanya digunakan untuk membangun lini produksi kendaraan listrik, tetapi juga mendukung pengembangan rantai pasok, fasilitas logistik, serta teknologi manufaktur yang lebih efisien.

Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan komponen lokal sehingga mendukung pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Kapasitas Produksi Pabrik BYD Subang Diproyeksikan Dukung Ekspor 

Selain memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, kapasitas produksi pabrik BYD Subang juga disiapkan untuk mendukung aktivitas ekspor ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara dan pasar internasional lainnya. 

Strategi tersebut sejalan dengan upaya BYD menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi kendaraan listrik regional. Dengan posisi geografis yang strategis serta pertumbuhan industri otomotif nasional, Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai hub manufaktur kendaraan listrik. 

Produksi lokal juga memberikan keuntungan berupa efisiensi biaya distribusi dan mempercepat pengiriman kendaraan ke berbagai negara tujuan. 

Model Kendaraan yang Berpotensi Diproduksi 

BYD sebelumnya mengindikasikan bahwa fasilitas di Subang akan memproduksi beberapa model kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.

Tidak hanya lini kendaraan BYD, pabrik ini juga berpotensi merakit model dari merek premium Denza apabila permintaan pasar terus meningkat. 

Keberadaan produksi lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing harga kendaraan listrik sekaligus memperluas pilihan konsumen Indonesia. 

Dampak Kapasitas Produksi Pabrik BYD Subang bagi Industri Nasional 

Kehadiran kapasitas produksi pabrik BYD Subang diperkirakan memberikan dampak positif terhadap industri otomotif nasional.

Selain membuka lapangan pekerjaan baru, investasi ini juga mendorong pertumbuhan industri komponen lokal, meningkatkan transfer teknologi, dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. 

Di sisi lain, produksi kendaraan listrik dalam negeri berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor kendaraan utuh sekaligus meningkatkan nilai tambah industri manufaktur nasional. 

Apabila kapasitas produksi terus berkembang sesuai permintaan pasar, pabrik BYD di Subang berpeluang menjadi salah satu fasilitas manufaktur kendaraan listrik terbesar di Indonesia.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global dan mendukung ambisi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi EV di kawasan Asia Tenggara. 

Berita Terbaru

Soal RUU Advokat, PERADI Subang Usulkan Minimal 25 Cabang hingga Penguatan Kode Etik Secara Nasional

Soal RUU Advokat, PERADI Subang Usulkan Minimal 25 Cabang hingga Penguatan Kode Etik Secara Nasional

Headline39 menit lalu
5 Tempat Acara Perusahaan Dekat Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Meeting hingga Gathering

5 Tempat Acara Perusahaan Dekat Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Meeting hingga Gathering

Lifestyle49 menit lalu
Berapa Hari Libur Lebaran Tahun 2027? Ini Jadwalnya Menurut SKB 3 Menteri

Berapa Hari Libur Lebaran Tahun 2027? Ini Jadwalnya Menurut SKB 3 Menteri

Lifestyle1 jam lalu
Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Lifestyle1 jam lalu
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Subang1 jam lalu
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Headline2 jam lalu
Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Headline2 jam lalu
Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Lifestyle2 jam lalu
Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Olahraga3 jam lalu