Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

PASUDANEKSPRES.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kabupaten Subang di tengah kondisi kemarau. Berdasarkan rekap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, total lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 91 hektare.
Kebakaran tersebut tersebar di 29 desa yang berada di 14 kecamatan di Kabupaten Subang. Data BPBD itu menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi salah satu ancaman selama kondisi cuaca panas dan kering.
Karhutla Subang Meluas ke 29 Desa
BPBD Kabupaten Subang mencatat kejadian karhutla selama periode Januari hingga September 2026 sebagai bahan evaluasi sekaligus kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
Wilayah yang terdampak tersebar di sejumlah kawasan, termasuk lahan Perhutani, PTPN, hingga lahan milik masyarakat. Kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menjalar apabila terjadi kebakaran.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa persoalan karhutla di Subang bukan hanya terjadi dalam satu lokasi. Sebaran hingga 29 desa membuat upaya pencegahan perlu dilakukan di berbagai wilayah yang memiliki kawasan hutan maupun lahan terbuka.
Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan
Salah satu kejadian terbaru terjadi di kawasan hutan Gunung Kujang, Kecamatan Cijambe.
Kebakaran menghanguskan sekitar 1,5 hektare kawasan hutan. Proses pemadaman berlangsung hampir sepekan karena lokasi titik api berada di medan yang sulit dijangkau.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Subang Jajang Abdul Muhaimin mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Kemiringan menuju titik api disebut hampir mencapai 90 derajat.
Petugas harus membawa air secara estafet untuk menjangkau lokasi kebakaran. Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan yang berlangsung selama beberapa hari.
Kebakaran Juga Terjadi di Patimban
Sebelumnya, karhutla juga terjadi di Dusun Galian Blok Sandul, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, pada Senin, 21 September 2026.
Lahan kering seluas sekitar 1,5 hektare terbakar dalam kejadian tersebut. Petugas gabungan bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke kawasan permukiman.
Kasi Trantib Kecamatan Pusakanagara Dadan Supartika mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Menurutnya, laporan sejak dini dapat mempercepat penanganan sehingga api bisa dikendalikan sebelum meluas.
Subang Termasuk Wilayah dengan Banyak Kejadian Karhutla
Karhutla di Subang juga menjadi bagian dari persoalan yang lebih luas di Jawa Barat.
Data BPBD Jawa Barat yang diperbarui hingga 13 September 2026 mencatat 20 kejadian karhutla di Kabupaten Subang. Secara keseluruhan, Jawa Barat mencatat 264 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 416,08 hektare.
Sementara data BPBD Jabar hingga 8 September 2026 sebelumnya mencatat 193 kejadian kebakaran lahan dan hutan dengan luas mencapai 325,87 hektare di 121 kecamatan. Subang termasuk wilayah yang masuk dalam sebaran lahan terbakar tersebut.
Perbedaan angka dalam beberapa pembaruan data dapat terjadi karena laporan kebakaran terus diperbarui berdasarkan kejadian dan laporan dari masing-masing wilayah.
Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran
Kondisi lahan yang kering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi penyebaran api. Pada Agustus lalu, misalnya, BNPB melaporkan kebakaran sekitar 2 hektare lahan di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Subang.
Kebakaran tersebut dilaporkan dipicu pembakaran sampah yang kemudian merambat ke area kebun bambu. Tim gabungan BPBD, Tagana, Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat berhasil memadamkan api pada malam hari.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas manusia juga dapat menjadi faktor pemicu kebakaran, terutama ketika dilakukan di tengah kondisi lahan yang kering.
Warga Diminta Waspada
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau, terutama warga yang tinggal berdekatan dengan kawasan hutan, perkebunan, atau lahan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.
Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau menggunakan api di sekitar lahan kering.
Jika menemukan asap atau titik api, masyarakat disarankan segera melaporkannya kepada aparat atau petugas terkait. Penanganan pada tahap awal dapat membantu mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Dengan total sekitar 91 hektare lahan terbakar yang tersebar di 29 desa dan 14 kecamatan hingga September 2026, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah bertambahnya kejadian karhutla di Kabupaten Subang.
