Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kasus Kekerasan Anak di Subang Terus Naik, Kekerasan Seksual Jadi Kasus Dominan

C
Cindy Desita Putri Editor: Dobi Maulana
|14:48 WIB
Bagikan:
Kasus Kekerasan Anak di Subang Terus Naik, Kekerasan Seksual Jadi Kasus Dominan
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Subang, Herijanto (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Subang. (Gambar: CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Subang menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. 

Kekerasan seksual menjadi jenis kasus yang paling dominan berdasarkan laporan yang ditangani Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang.

Data DP2KBP3A Kabupaten Subang mencatat sebanyak 75 kasus kekerasan terhadap anak terjadi pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi 94 kasus pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 102 kasus pada 2025.

Sementara hingga pertengahan September 2026, jumlah kasus yang tercatat telah mencapai 74 kasus.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Subang, Herijanto menyampaikan, setiap laporan yang masuk terus diupayakan untuk segera ditangani bersama petugas di lapangan.

“Kalau berdasarkan dari kepala UPT, ada 74 kasus. Prosesnya selalu kami upayakan gercep dengan tenaga lapangan,” terangngya saat ditemui di Mapolres Subang, Jumat (11/9/2026).

Menurut Herijanto, penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya berfokus pada korban. Pendampingan juga dilakukan terhadap lingkungan keluarga untuk memastikan proses pemulihan dan perlindungan anak berjalan secara menyeluruh.

“Penanganannya di keluarga, ada petugas penyuluh lapangan,” ujarnya.

Herijanto mengungkapkan, kekerasan seksual menjadi jenis kekerasan yang paling banyak ditemukan. Kasus tersebut antara lain berupa pelecehan seksual dan persetubuhan.

Selain kekerasan seksual, pihaknya juga menangani kasus kekerasan fisik, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perundungan atau bullying, hingga kasus yang berkaitan dengan pornografi.

“Subang dominan pelecehan seksual dan persetubuhan. Kalau dari KDRT, kekerasan fisik, bully juga ada, kemudian pornografi juga ada. Relatif pelecehan seksual lebih dominan,” ungkapnya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah lingkungan pelaku. Herijanto menyebut pelaku kekerasan terhadap anak dalam sejumlah kasus justru berasal dari orang-orang yang berada di sekitar korban.

Orang tua, guru, teman, hingga pacar korban dapat menjadi pelaku.

“Orang terdekat itu ada orang tua, ada salah satunya guru juga, mungkin juga pacarnya dan sebagainya,” ucapnya.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap anak tidak hanya dilakukan di lingkungan luar, tetapi juga di dalam lingkup keluarga dan lingkungan terdekat anak.

Herijanto juga menyoroti penggunaan gawai yang semakin melekat dalam kehidupan anak. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dinilai dapat membuka akses terhadap berbagai konten dan interaksi yang berpotensi menimbulkan persoalan.

“Relatif penggunaan gadget ini memengaruhi penggunaan banyak pada anak-anak. Sejak anak kecil sampai dewasa pun tidak lepas dari penggunaan gadget,” katanya.

Meski demikian, Herijanto menegaskan penggunaan gadget tidak serta-merta menjadi penyebab langsung terjadinya kekerasan terhadap anak. Persoalan dapat muncul melalui berbagai bentuk interaksi, mulai dari konflik dan pertengkaran hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.

Herijanto menjelaskan, korban yang ditangani pihaknya merupakan anak yang berusia di bawah 18 tahun.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pelecehan seksual hanya terjadi ketika terdapat tindakan seksual secara terang-terangan.

Kontak fisik terhadap bagian tubuh tertentu dapat masuk dalam kategori pelecehan apabila dilakukan dengan maksud atau konteks seksual.

Bahkan, tindakan yang sekilas terlihat sederhana seperti menyentuh rambut atau membelai tubuh anak juga dapat menjadi persoalan apabila dilakukan dengan konteks seksual.

“Kalau pelecehan itu atau organ tubuh kita, organ tubuh kita dari anak tersebut itu yang sangat tidak boleh disentuh sama sekali,” ujarnya.

Menurutnya, bentuk pelecehan juga tidak terbatas pada kontak fisik. Pelecehan dapat terjadi melalui ucapan maupun ruang digital.

Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengandung unsur seksual dan menyasar anak.

“Termasuk verbal juga, termasuk digitalnya juga itu termasuk bisa pelecehan seksual. Bisa dilaporkan kalau ada yang seperti itu,” tutup Herijanto. (cdp)

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang6 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang7 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang7 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle10 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle10 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional11 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga11 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional12 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional12 jam lalu