Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

KDKMP Subang Hadapi Tantangan Menuju Koperasi yang Mandiri dan Berkelanjutan

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:52 WIB
Bagikan:
KDKMP Subang Hadapi Tantangan Menuju Koperasi yang Mandiri dan Berkelanjutan
Kepala Bidang Koperasi DKUPP Kabupaten Subang, Deden A saat menjadi narasumber dalam program Bincang-bincang Pasundan, beberapa waktu lalu.

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebanyak 253 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Subang telah memiliki badan hukum. Namun, legalitas tersebut masih menjadi tahap awal dalam perjalanan koperasi untuk benar-benar berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.

Dari total 253 KDKMP yang telah berbadan hukum sejak Juni 2025, baru 30 koperasi yang tercatat telah menjalankan kegiatan usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengembangan KDKMP tidak lagi berada pada aspek pembentukan kelembagaan, melainkan bagaimana koperasi dapat menjalankan usaha secara aktif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Deden A, mengatakan seluruh KDKMP di Kabupaten Subang telah menyelesaikan proses pembentukan badan hukum.

Namun, aktivitas usaha di lapangan masih belum merata. Koperasi yang sudah beroperasi saat ini umumnya menjalankan usaha perdagangan kebutuhan pokok masyarakat melalui warung koperasi.

“Dari 30 KDKMP yang sudah melaksanakan kegiatan usaha, kebanyakan adalah usaha perdagangan sembako atau warung,” ujar Deden kepada Pasundan Ekspres.

Menurutnya, jenis usaha KDKMP tidak harus seragam. Pengembangan usaha justru perlu disesuaikan dengan potensi dan karakteristik ekonomi masing-masing desa. Selain perdagangan, sektor pertanian dan perikanan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui koperasi.

Dengan pendekatan tersebut, KDKMP diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi dapat menjadi wadah yang menghubungkan potensi ekonomi desa dengan pasar.

Meski demikian, pengembangan usaha koperasi masih menghadapi persoalan permodalan. Saat ini, KDKMP yang telah beroperasi sebagian masih mengandalkan modal sendiri yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota.

Keterbatasan modal tersebut menjadi salah satu tantangan ketika koperasi ingin memperluas skala usaha. Di sisi lain, masih terdapat ketergantungan terhadap realisasi dukungan modal dari pemerintah.

Persoalan lain berada pada kapasitas pengelola. Deden menyebut rendahnya kemampuan manajerial dan literasi keuangan masih menjadi kendala dalam pengelolaan koperasi.

Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan KDKMP. Pengelola koperasi tidak hanya dituntut mampu menjalankan kegiatan administrasi, tetapi juga harus memahami pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, pemasaran hingga membangun kemitraan.

Tantangan juga muncul dari sisi pemasaran. Koperasi desa harus berhadapan dengan akses pasar yang masih terbatas serta persaingan dengan pasar modern.

Karena itu, keberhasilan KDKMP ke depan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bangunan atau gerai. Kemampuan koperasi membaca kebutuhan masyarakat, mengelola usaha secara profesional dan membangun jaringan pemasaran menjadi faktor yang turut menentukan keberlangsungan usaha.

Dari sisi infrastruktur, perkembangan pembangunan gerai juga belum sepenuhnya merata. Data SIMKOPDES yang telah diolah DKUPP mencatat sebanyak 137 KDKMP atau sekitar 54 persen telah menyelesaikan pembangunan gerai secara penuh.

Sementara itu, 15 KDKMP masih dalam proses pembangunan dan 101 KDKMP belum memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan lahan.

Gerai yang telah dibangun pun belum seluruhnya digunakan untuk kegiatan usaha karena masih menunggu proses verifikasi dan validasi.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan fisik dan aktivitas ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. Gerai yang telah berdiri belum otomatis membuat koperasi dapat beroperasi apabila aspek kelembagaan, permodalan, sumber daya manusia dan model bisnis belum siap.

DKUPP Kabupaten Subang selanjutnya menargetkan seluruh KDKMP dapat menjalankan kegiatan usaha secara operasional dan berkelanjutan. Pendampingan dan pembinaan akan diperkuat, terutama dalam aspek manajemen, kelembagaan, pengembangan usaha, kemitraan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Target utamanya tentu semua KDKMP di Kabupaten Subang berjalan secara operasional usaha dan berkelanjutan,” kata Deden.

Dengan demikian, tahap berikutnya dalam pengembangan KDKMP di Subang bukan lagi sekadar mengejar jumlah koperasi yang terbentuk, melainkan memastikan koperasi mampu bertahan, mengembangkan usaha dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masing-masing desa.

Keberhasilan program tersebut pada akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan setiap KDKMP mengubah potensi lokal menjadi kegiatan usaha yang dikelola secara profesional, memiliki pasar dan mampu berjalan secara mandiri.

Berita Terbaru

Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Subang15 menit lalu
Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Karawang17 menit lalu
Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Subang18 menit lalu
Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Subang25 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Subang26 menit lalu
Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili

Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili

Nasional28 menit lalu
Hasil Final Ganda Campuran Badminton Asian Games 2026: Amri/Nita Tambah Perak Indonesia

Hasil Final Ganda Campuran Badminton Asian Games 2026: Amri/Nita Tambah Perak Indonesia

Olahraga31 menit lalu
Tiga Calon Sekda Subang Sampaikan Gagasan, dari Birokrasi hingga Pembiayaan Pembangunan

Tiga Calon Sekda Subang Sampaikan Gagasan, dari Birokrasi hingga Pembiayaan Pembangunan

Headline34 menit lalu
KDKMP Subang Hadapi Tantangan Menuju Koperasi yang Mandiri dan Berkelanjutan

KDKMP Subang Hadapi Tantangan Menuju Koperasi yang Mandiri dan Berkelanjutan

Subang36 menit lalu
Terbaru! Nasib Guru yang Viral Diduga Rekam Rok Siswi di Pagaden Subang Akhirnya Terungkap

Terbaru! Nasib Guru yang Viral Diduga Rekam Rok Siswi di Pagaden Subang Akhirnya Terungkap

Jawa Barat36 menit lalu