KDM Soroti Plafon Bolong dan Ruangan Gelap di SMPN 2 Jalancagak Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kondisi infrastruktur SMPN 2 Jalancagak Kabupaten Subang yang dinilainya memprihatinkan.
Dalam kunjungan kerja pada Jumat (7/11/2025), Dedi menemukan sejumlah fasilitas sekolah rusak dan tidak layak, mulai dari atap plafon bolong, pintu kelas rusak, hingga ruang belajar gelap.
Kunjungan tersebut dilakukan usai peristiwa viral antara orang tua murid dan guru. Namun di luar persoalan itu, Dedi justru menyoroti aspek mendasar: lemahnya perhatian terhadap sarana pendidikan di daerah.
“Assalamualaikum. Kok sekolahnya jelek banget, Pak?” ujar Dedi heran saat memasuki salah satu ruang kelas.
Kepala SMPN 2 Jalancagak H. Tatang Rohana, M.Pd., menjelaskan bahwa dirinya baru dua bulan menjabat.
“Saya baru dua bulan di sini, Pak,” ujarnya kepada Gubernur.
Namun Dedi menegaskan, kondisi sekolah seharusnya tidak dibiarkan seperti itu.
“Bukan soal baru dua bulan. Pertanyaan saya, kenapa kondisi seperti ini masih masuk anggaran tahun 2026? Dana BOS selama ini dipakai untuk apa? Ini pembiaran,” tegasnya.
Menurut Dedi, meski dana BOS terbatas, pihak sekolah seharusnya mampu berinovasi dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Ia menilai kepala sekolah dan guru perlu lebih aktif menggerakkan siswa menjaga lingkungan belajar.
“Ini cermin ketidakreatifan. Hal-hal seperti ini bisa diarahkan oleh guru kepada anak-anak. Masa sekolah begini saja dibiarkan. Pantas anak-anaknya kalabur,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Dedi juga menyoroti ruang kelas yang dicat warna hitam sehingga tampak gelap.
“Kenapa dicat hitam? Ini daerah pegunungan, udaranya dingin, cahaya juga minim. Seharusnya catnya putih atau warna terang supaya cerah,” katanya sambil menunjuk dinding ruang kelas.
Selain mengecek fasilitas, Dedi juga berbincang dengan para siswa, menanyakan keseharian hingga uang jajan mereka.
“Berapa uang jajannya sehari?” tanya Dedi kepada salah satu siswa.
“Lima belas ribu, Pak,” jawab siswa itu malu-malu.
“Kegedean enggak uang jajannya? Guru harus mendetail dalam hal kecil, termasuk disiplin dan tata tertib,” pesannya.
Dedi meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Subang segera turun tangan memperbaiki fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Ia menekankan, infrastruktur pendidikan dasar harus menjadi prioritas utama.
“Kalau sekolah di pinggir jalan saja seperti ini, bagaimana yang di pelosok? Pemerintah daerah harus memastikan anak-anak belajar di tempat yang layak,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah Tatang Rohana mengaku akan menindaklanjuti arahan Gubernur. Ia menyebut sebagian ruang kelas sudah masuk daftar rehabilitasi tahun ini, sementara sisanya akan diperbaiki bertahap mulai Desember.
“Kami sudah mengajukan perbaikan tiga lokal dan toilet. Untuk kerusakan lainnya, insyaallah akan kami selesaikan bulan depan,” kata Tatang.(hdi/ded)
