Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Komisi II DPRD Subang Siapkan Langkah Perkuat BUMD dan Dongkrak PAD

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:15 WIB
Bagikan:
Komisi II DPRD Subang Siapkan Langkah Perkuat BUMD dan Dongkrak PAD
Komisi II DPRD Subang Siapkan Langkah Perkuat BUMD dan Dongkrak PAD (Image From: Screenshot/YouTube Pasundan Ekspres TV)

PASUNDANEKSPRES.ID - Komisi II DPRD Subang mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Langkah tersebut dinilai semakin penting di tengah tantangan fiskal daerah dan kebutuhan untuk memperkuat kemandirian keuangan pemerintah kabupaten.

Komisi II DPRD Subang Dorong BUMD Lebih Produktif 

Dalam pembahasan mengenai peran DPRD terhadap pengembangan BUMD yang dilansir dari YouTube Pasundan Ekspres TV "Komisi II DPRD Subang Ungkap Berbagai Persoalan Penting", Teguh, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Subang, menjelaskan bahwa BUMD tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perekonomian daerah.

Menurutnya, Kabupaten Subang memiliki enam BUMD dengan komposisi kepemilikan yang berbeda. Empat di antaranya merupakan perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Subang, yakni BPR Subang, Perumda Air Minum, PT Subang Energi Abadi, dan PT Subang Sejahtera. Sementara itu, dua lainnya merupakan perusahaan dengan kepemilikan saham gabungan.

Meski memiliki potensi usaha yang beragam, kontribusi BUMD terhadap PAD Kabupaten Subang masih relatif kecil. Dalam pemaparannya, Teguh menyebut kontribusi tersebut berada di kisaran 1,39 persen dari total PAD daerah.

Kondisi itu menjadi perhatian Komisi II DPRD Subang agar perusahaan daerah dapat meningkatkan kinerja dan memberikan sumbangan yang lebih besar bagi pendapatan daerah.

“BUMD harus lebih fokus mengejar target PAD. Ke depan, kontribusinya diharapkan tidak hanya sekitar 1,39 persen, tetapi bisa meningkat hingga 5 persen,” ujarnya.

Perkuat Kinerja dan Perluas Pelayanan

Salah satu BUMD yang menjadi perhatian Komisi II adalah perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air minum. Teguh menjelaskan, pengembangan kapasitas perusahaan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan potensi pendapatan.

Ia menyinggung proses perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas perusahaan. Perubahan regulasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja perusahaan, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun kontribusi terhadap PAD.

Dalam pemaparannya, Teguh menyebut cakupan pelayanan air minum masih sekitar 16 persen dari wilayah atau kebutuhan pelayanan di Kabupaten Subang. Karena itu, perluasan jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan dinilai menjadi peluang untuk memperkuat kinerja perusahaan.

Menurutnya, semakin luas pelayanan yang dapat diberikan, semakin besar pula peluang perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah.

Di sisi lain, BPR Subang juga dinilai memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagai lembaga perbankan daerah, perusahaan tersebut diharapkan terus memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan permodalan dan penyaluran kredit yang tepat sasaran dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

BUMD Harus Menjadi Pemain dalam Pertumbuhan Industri

Pesatnya perkembangan investasi dan kawasan industri di Kabupaten Subang juga dinilai membuka peluang besar bagi perusahaan daerah. Komisi II berharap BUMD tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi, tetapi mampu mengambil bagian dalam rantai kegiatan ekonomi yang berkembang.

PT Subang Sejahtera, misalnya, dinilai memiliki peluang untuk memperluas kegiatan usaha yang berkaitan dengan kawasan industri, pengelolaan lahan, serta sektor potensial lainnya.

Selain itu, perusahaan daerah juga didorong untuk melihat peluang di sektor pariwisata. Subang memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan profesional sehingga mampu menghasilkan pendapatan sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Teguh menilai, apabila BUMD mampu mengambil peran strategis dalam sektor industri, pariwisata, dan layanan pendukung investasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui peningkatan PAD. Kehadiran perusahaan daerah juga dapat mendorong penyerapan tenaga kerja, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BUMD dan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri. Kebutuhan terhadap layanan air bersih, energi, dan berbagai layanan pendukung lainnya perlu dipetakan sebagai peluang usaha bagi perusahaan milik daerah.

Dengan demikian, pertumbuhan investasi di Subang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

DPRD Dorong Regulasi, Anggaran, dan Pengawasan

Untuk memperkuat peran BUMD, Komisi II DPRD Subang menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan perusahaan daerah memiliki landasan regulasi, dukungan permodalan, serta tata kelola yang memadai.

Dari sisi regulasi, DPRD mendorong penyelesaian perubahan peraturan daerah yang berkaitan dengan pengembangan perusahaan air minum. Perubahan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi peningkatan kapasitas usaha dan pelayanan perusahaan.

Dari sisi anggaran, Teguh menyampaikan adanya rencana penyertaan modal sebesar Rp5 miliar pada tahun anggaran 2027. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat kapasitas usaha BUMD sesuai kebutuhan dan prioritas pengembangan perusahaan.

Sementara itu, fungsi pengawasan dilakukan melalui pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan.

Komisi II juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, dan pelaku industri agar peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan investasi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Teguh, dukungan regulasi dan anggaran harus diikuti dengan pengelolaan perusahaan yang profesional. Penyertaan modal tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak disertai perencanaan usaha, pengawasan, dan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat.

(ipa)

Berita Terbaru

Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp863 Miliar, Ribuan Unit Tak Bisa Digunakan

Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp863 Miliar, Ribuan Unit Tak Bisa Digunakan

Nasional7 menit lalu
AGPAII Desak Sekolah Ramah Anak Masuk RUU Sisdiknas

AGPAII Desak Sekolah Ramah Anak Masuk RUU Sisdiknas

Headline11 menit lalu
Serangan di Bandara Riyadh Arab Saudi Berlanjut, Begini Kondisi WNI

Serangan di Bandara Riyadh Arab Saudi Berlanjut, Begini Kondisi WNI

Nasional13 menit lalu
Gempa Bumi Guncang Jawa Barat, Warga Waspada Sesar Aktif

Gempa Bumi Guncang Jawa Barat, Warga Waspada Sesar Aktif

Nasional16 menit lalu
ADVERTISEMENT
Libatkan 40 Kepala Puskesmas, BAZNAS dan Dinkes Subang Luncurkan Infak BERSERI

Libatkan 40 Kepala Puskesmas, BAZNAS dan Dinkes Subang Luncurkan Infak BERSERI

Subang20 menit lalu
SEPATU, MENYIMPAN LEBIH DARI SEKADAR CERITA

SEPATU, MENYIMPAN LEBIH DARI SEKADAR CERITA

Opini24 menit lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik

Headline31 menit lalu
Beda Pilihan Bukan Alasan Bermusuhan, Ini Pesan TNI-Polri untuk Warga Sagalaherang Jelang Pilkades 2026

Beda Pilihan Bukan Alasan Bermusuhan, Ini Pesan TNI-Polri untuk Warga Sagalaherang Jelang Pilkades 2026

Subang31 menit lalu
Daftar Lengkap Wakil Indonesia di Denmark Open 2026 serta Hasil Drawing

Daftar Lengkap Wakil Indonesia di Denmark Open 2026 serta Hasil Drawing

Olahraga41 menit lalu
Marc Marquez Puas Finis Keenam di MotoGP Indonesia 2026, Hasilnya Lampaui Ekspektasi

Marc Marquez Puas Finis Keenam di MotoGP Indonesia 2026, Hasilnya Lampaui Ekspektasi

Olahraga46 menit lalu