Kuliner di Subang yang Jarang Diketahui, Ada Papais Cisaat hingga Bubuy Ayam

PASUNDANEKSPRES.ID - Subang bukan cuma soal nanas. Kabupaten di Jawa Barat ini ternyata punya banyak kuliner tradisional yang namanya mungkin masih asing bagi sebagian orang, terutama mereka yang belum banyak menjelajahi daerah pedesaan Subang.
Beberapa makanan bahkan punya cara pengolahan yang cukup unik dan masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Mulai dari camilan berbahan singkong, makanan hasil fermentasi, sampai olahan ayam yang dimasak menggunakan bara sekam.
Daftar Kuliner di Subang yang Jarang Diketahui
Kalau biasanya kuliner Subang yang dikenal wisatawan identik dengan nanas dan berbagai olahannya, beberapa makanan berikut bisa menjadi pilihan lain untuk dicoba.
1. Papais Cisaat
Papais Cisaat merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari Desa Cisaat, Kecamatan Ciater. Kudapan ini memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang khas.
Bahan dasarnya antara lain tepung beras, gula aren, dan kelapa parut. Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun bamban sebelum dikukus.
Penggunaan daun bamban menjadi salah satu ciri yang membedakan Papais Cisaat dari papais pada umumnya. Bagian dalamnya cenderung lembap, sedangkan bagian luarnya lebih kering.
Menariknya, makanan ini masih dibuat secara tradisional oleh masyarakat Cisaat dan bahkan ada produsen yang telah menjalankan usaha tersebut selama bertahun-tahun.
2. Oncom Dawuan
Kalau mendengar kata oncom, yang terbayang mungkin kuliner khas Bandung. Namun, Subang juga memiliki olahan oncom yang cukup dikenal di wilayah Dawuan.
Namanya Oncom Dawuan.
Oncom ini dibuat melalui proses fermentasi dan telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Dawuan sejak lama. Salah satu kajian mengenai usaha Oncom Dawuan mencatat bahwa produksinya telah dirintis sejak sekitar 1960 dan diwariskan secara turun-temurun.
Karakter Oncom Dawuan juga memiliki kekhasan tersendiri. Teksturnya dikenal lebih lembut dan kenyal dengan warna oranye yang cukup mencolok.
Bagi yang ingin mencoba kuliner Subang yang tidak terlalu mainstream, Oncom Dawuan bisa masuk daftar pencarian.
3. Gitrek Singkong
Nama Gitrek Singkong mungkin terdengar cukup unik bagi orang yang baru pertama kali mendengarnya.
Makanan ini merupakan olahan singkong yang dibuat menjadi camilan renyah. Gitrek Singkong juga berkembang sebagai produk pangan masyarakat di sejumlah wilayah Subang, salah satunya Curug Rendeng.
Bahan dasarnya sederhana, tetapi pengolahannya membuat singkong memiliki bentuk dan tekstur berbeda dari olahan singkong biasa.
Camilan ini juga praktis untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Saat ini sudah ada berbagai variasi rasa yang dikembangkan, meski versi dengan cita rasa tradisional tetap menjadi salah satu yang menarik untuk dicoba.
4. Peuyeum Ciruluk
Subang juga punya makanan hasil fermentasi yang tidak kalah menarik, yaitu Peuyeum Ciruluk.
Sesuai namanya, makanan ini dikenal berasal dari wilayah Ciruluk. Bentuknya memang sekilas mengingatkan pada peuyeum atau tape ketan pada umumnya, tetapi ciri khas pengolahan dan pembungkusannya membuatnya berbeda.
Peuyeum Ciruluk menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Makanan ini juga kerap dijadikan buah tangan karena dapat ditemukan dalam bentuk kemasan yang mudah dibawa.
Buat yang suka makanan dengan rasa manis dan sedikit sensasi fermentasi, Peuyeum Ciruluk bisa menjadi alternatif selain oleh-oleh Subang yang sudah umum.
5. Bubuy Ayam
Kalau mencari kuliner Subang yang cara memasaknya benar-benar unik, Bubuy Ayam layak diperhatikan.
Bubuy ayam merupakan olahan ayam kampung yang dimasak menggunakan bara api atau sekam. Teknik memasak tersebut membuat prosesnya membutuhkan waktu cukup lama.
Bumbu yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, serai, dan berbagai rempah lainnya. Setelah dibumbui, ayam dimasak dalam bara hingga menghasilkan tekstur daging yang lembut dan aroma khas.
Di Subang, bubuy ayam bahkan masih dijual sebagai kuliner tradisional. Salah satu tempat yang tercatat dalam data pariwisata daerah adalah D'Bubuy Ma Atik.
Cara memasaknya yang tidak biasa membuat makanan ini cukup berbeda dibandingkan olahan ayam yang lebih mudah ditemukan di rumah makan pada umumnya.
Bukan Cuma Nanas
Subang memang sangat identik dengan nanas. Namun, kekayaan kulinernya ternyata jauh lebih luas.
Papais Cisaat menunjukkan bagaimana makanan sederhana bisa memiliki identitas kuat melalui bahan dan teknik pembuatannya. Oncom Dawuan memperlihatkan tradisi pangan fermentasi yang sudah berjalan lintas generasi. Sementara Gitrek Singkong dan Peuyeum Ciruluk menjadi contoh bagaimana bahan pangan sederhana diolah menjadi produk khas daerah.
Ada pula Bubuy Ayam yang mempertahankan teknik memasak menggunakan bara sekam.
Jadi, kalau sedang berada di Subang dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda, tidak ada salahnya mencari kuliner-kuliner tersebut. Bisa jadi justru makanan yang namanya belum terlalu familiar itulah yang memberikan pengalaman kuliner paling menarik.
