Lahan Pertanian Modern Sukamandi Subang, Terapkan Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Padi

PASUNDANEKSPRES.ID - Lahan pertanian modern Sukamandi Subang kini menjadi salah satu lokasi pengembangan teknologi pertanian padi di Jawa Barat. Berada di kawasan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Padi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, lahan ini menjadi tempat penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman padi. Teknologi dan metode budidaya modern diterapkan mulai dari proses penanaman hingga pengelolaan lahan.
Mengenal Lahan Pertanian Modern Sukamandi Subang
Lahan pertanian modern Sukamandi Subang berada di kawasan IP2SIP Sukamandi yang dikelola BRMP Padi. Berdasarkan informasi resmi BRMP Padi, kawasan tersebut memiliki lahan sawah irigasi seluas 309 hektare.
Lahan ini tidak hanya digunakan untuk produksi padi, tetapi juga menjadi lokasi pengujian dan penerapan teknologi pertanian. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari pengujian teknologi, pengembangan modernisasi pertanian, produksi benih sumber hingga pengujian adaptasi dan ketahanan tanaman padi.
Dilansir dari laman resmi BRMP Padi, IP2SIP Sukamandi berada di Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, dengan ketinggian sekitar 14 meter di atas permukaan laut.
Terapkan Metode Pertanian Modern PM-AAS
Salah satu hal yang membuat lahan pertanian modern Sukamandi Subang menarik perhatian adalah penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Metode tersebut dirancang untuk meningkatkan populasi tanaman sekaligus mendorong produktivitas padi dalam satu hektare. Konsep PM-AAS disebut mengadaptasi sistem usaha tani padi modern yang diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat.
Dilansir dari BRMP Perkebunan, panen dengan penerapan PM-AAS di kawasan BRMP Padi Sukamandi dilakukan pada lahan sekitar 300 hektare pada 31 Maret 2026. Hasil ubinan pada lahan tersebut tercatat memiliki produktivitas lebih dari 8,5 ton per hektare.
Populasi Tanaman Bisa Meningkat Signifikan
Pengembangan lahan pertanian modern Sukamandi Subang juga diarahkan untuk meningkatkan jumlah rumpun tanaman padi dalam satu hektare.
Saat meninjau penerapan PM-AAS di Sukamandi pada 2 September 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa metode tersebut dapat meningkatkan populasi tanaman dari sekitar 360 ribu rumpun menjadi sekitar 800 ribu hingga 1 juta rumpun.
Informasi tersebut juga diberitakan oleh RRI yang menyebut metode PM-AAS diterapkan sebagai pendekatan untuk meningkatkan produktivitas padi melalui peningkatan populasi tanaman dalam satu hektare.
Dengan populasi tanaman yang lebih tinggi dan penerapan teknologi dalam proses budidaya, lahan pertanian modern ini diharapkan mampu menghasilkan produksi padi yang lebih optimal.
Teknologi Pertanian Menjadi Bagian Penting
Modernisasi di Sukamandi tidak hanya berkaitan dengan pola tanam. Penggunaan alat dan mesin pertanian juga menjadi bagian dari pengembangan sistem pertanian modern.
Dilansir dari BRMP Mekanisasi Pertanian, kawasan demo plot BRMP Padi Sukamandi pernah menjadi lokasi demonstrasi berbagai alat dan mesin pertanian modern. Teknologi yang diperkenalkan antara lain Mini Transplanter dan Riding Seed Transplanter, yang digunakan untuk membantu proses penanaman bibit padi secara lebih presisi dan seragam.
Penggunaan alat tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap proses tanam secara manual yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu.
Menjadi Pusat Pengembangan Pertanian Padi
Keberadaan lahan pertanian modern Sukamandi Subang tidak terlepas dari fungsi kawasan BRMP Padi sebagai tempat pengembangan teknologi dan inovasi tanaman padi.
Selain menjadi lokasi penerapan teknologi modern, IP2SIP Sukamandi juga memiliki berbagai fungsi seperti produksi benih sumber, layanan uji adaptasi padi sawah, pengujian ketahanan tanaman terhadap organisme pengganggu, hingga pengujian efektivitas pupuk dan pestisida.
Hal tersebut membuat kawasan Sukamandi memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi pertanian padi yang nantinya dapat diterapkan secara lebih luas.
Target Produktivitas Padi 12 Ton per Hektare
Pengembangan pertanian modern di Sukamandi juga dibarengi dengan target produktivitas yang tinggi.
Dalam kunjungan Menteri Pertanian ke kawasan tersebut pada September 2026, produktivitas padi dengan metode PM-AAS ditargetkan dapat mencapai 12 ton per hektare.
Dilansir dari RRI, penerapan PM-AAS di Sukamandi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi melalui peningkatan populasi tanaman.
Target tersebut menunjukkan bahwa modernisasi pertanian tidak hanya berfokus pada penggunaan mesin, tetapi juga bagaimana seluruh proses budidaya dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih efektif dan produktif.
Potensi Lahan Pertanian Modern Sukamandi Subang
Pengembangan lahan pertanian modern Sukamandi Subang memiliki potensi besar dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.
Dengan dukungan lahan yang luas, sistem irigasi, teknologi budidaya, alat dan mesin pertanian, serta kegiatan penelitian dan pengujian, Sukamandi dapat menjadi salah satu kawasan percontohan modernisasi pertanian padi.
Ke depan, penerapan teknologi yang berhasil di kawasan ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin meningkatkan produktivitas padi sekaligus membuat proses budidaya menjadi lebih efisien.
