Mahasiswa FH Universitas Subang Gelar September Hitam

SUBANG-Momentum September Hitam kembali digaungkan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Subang (Unsub) menggelar refleksi dan diskusi kritis terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, Selasa (30/9/2025) malam.
Puluhan mahasiswa hukum hadir dalam kegiatan tersebut. “September Hitam” diperingati sebagai simbol pengingat atas berbagai kasus pelanggaran HAM yang masih menyisakan tanda tanya, mulai dari tragedi Semanggi, Trisakti, hingga berbagai kasus kekerasan terhadap masyarakat sipil.
Ketua BEM FH Unsub, Nova Widia A, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Kami ingin mengingatkan kembali bahwa penegakan HAM adalah amanat konstitusi. Mahasiswa hadir untuk memastikan negara tidak abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya pada Pasundan Ekspres.
Ketua DPM FH Unsub, Rinaldi Agustian H, menambahkan kegiatan ini merupakan kolaborasi lembaga mahasiswa untuk mengawal isu strategis bangsa, khususnya di bidang hukum dan HAM.
“DPM mendukung penuh langkah BEM. Menjaga ingatan kolektif atas kasus pelanggaran HAM adalah tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal demokrasi dan keadilan,” katanya.
Rangkaian acara diisi diskusi panel, orasi kemanusiaan, hingga pemutaran video dokumenter tentang catatan hitam pelanggaran HAM di Indonesia.
Mahasiswa juga menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FH Unsub menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memperjuangkan nilai keadilan dan demokrasi.
“Kami berharap pemerintah tidak lagi menutup mata, melainkan serius menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terbengkalai, demi memberikan kepastian hukum bagi korban maupun keluarga,” pungkas Rinaldi.(cdp/ded)
