MAN 1 Subang Implementasikan Kurikulum Madrasah Berbasis Cinta, Tunjukan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

PASUNDANEKSPRES.ID - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Subang kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan dengan menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema "Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi", yang dilaksanakan di Grant Hotel Subang, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan IHT ini dihadiri oleh Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., beserta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Subang, antara lain Kasubag TU dan Kasi Penmad, serta para kepala MAN dan MTsN se-Kabupaten Subang.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Subang Neneng Arwinie, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur KSKK Madrasah atas bantuan 20 unit All In One PC yang diberikan kepada madrasah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di MAN 1 Subang.
Dia juga memperkenalkan jargon madrasah, "HEBAT penuh CINTA", yang mencerminkan semangat positif, kepedulian, dan nilai kemanusiaan di lingkungan MAN 1 Subang.
"Jargon ini bukan sekadar slogan, tapi menjadi spirit bagi seluruh warga madrasah untuk menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh kasih," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Nyayu Khodijah menyampaikan materi tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Ia menjelaskan bahwa KBC hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan zaman seperti krisis kemanusiaan, intoleransi, kekerasan, hingga kerusakan lingkungan.
"Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pentingnya pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan spiritualitas. Melalui KBC, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang humanis, toleran, dan berakhlak mulia," jelas Prof. Nyayu.
Selain itu, Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Madrasah, Dr. Anis Masykur, MA, turut memberikan materi mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusi di madrasah.
Ia menegaskan pentingnya madrasah untuk menjadi ruang belajar yang ramah bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi.
"Madrasah harus menumbuhkan budaya inklusif yang menghargai perbedaan dan keberagaman. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan penuh penghargaan," ujar Dr. Anis.
Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan seluruh pendidik MAN 1 Subang semakin memahami dan mampu menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta serta konsep pendidikan inklusi dalam kegiatan belajar mengajar.
Dengan semangat HEBAT penuh CINTA, MAN 1 Subang bertekad menjadi madrasah yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif tempat tumbuhnya generasi berkarakter yang berlandaskan cinta dan kemanusiaan.(znl/sep)
