MPLS Ramah SMPN 1 Serangpanjang Perkuat Kolaborasi Pendidikan

PASUNDANEKSPRES.ID – Sebanyak 240 siswa baru SMPN 1 Serangpanjang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, MPLS tahun ini melibatkan orang tua peserta didik dengan menghadirkan mereka ke sekolah sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi pendidikan antara keluarga dan sekolah.
Pelaksanaan MPLS Ramah tersebut mengedepankan terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bebas dari perundungan, intimidasi, maupun praktik perpeloncoan. Para siswa baru diarahkan untuk mengenal lingkungan sekolah dengan suasana yang menyenangkan sejak hari pertama.
Kepala Satuan Pendidikan Formal (KSPF) SMPN 1 Serangpanjang, H. Tatang Rohana, mengatakan MPLS tahun ini dirancang agar peserta didik baru dapat merasa nyaman saat memasuki lingkungan sekolah yang baru.
"Yang pertama, MPLS tahun ini harus menjadi MPLS Ramah, artinya bebas dari perundungan dan bebas dari tekanan. Siswa yang baru masuk harus menikmati lingkungan barunya dengan nyaman," ujarnya.
Menurut Tatang, MPLS memiliki tujuan utama membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mulai dari mengenal guru, teman sekelas, mata pelajaran, hingga budaya belajar di jenjang SMP.
"Selama lima hari, dari Senin sampai Jumat, anak-anak diupayakan benar-benar mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya sehingga mereka siap mengikuti proses belajar mengajar," katanya.
Ia menjelaskan, konsep MPLS saat ini berbeda dengan kegiatan orientasi pada masa lalu. Sekolah tidak lagi menerapkan atribut yang membebani siswa. Selama MPLS, peserta didik tetap menggunakan seragam putih merah seperti biasa dan hanya memakai tanda pengenal atau name tag.
"Kalau dulu ada atribut-atribut yang aneh-aneh seperti saat ospek, sekarang sudah tidak ada lagi. Anak-anak masuk seperti kegiatan belajar biasa agar mereka merasa nyaman," jelasnya.
SMPN 1 Serangpanjang Mengundang Para Orang Tua
Selain siswa baru, SMPN 1 Serangpanjang juga mengundang para orang tua untuk hadir pada hari pertama MPLS. Menurut Tatang, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak.
"Tugas mendidik anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan tugas bersama antara sekolah dan orang tua. Karena itu kami menghadirkan orang tua agar memiliki semangat yang sama dalam mendidik anak," ungkapnya.
Ia mengatakan, kehadiran orang tua di sekolah juga bertujuan mengubah pandangan bahwa undangan sekolah hanya berkaitan dengan persoalan biaya pendidikan.
"Kami ingin menepis anggapan bahwa kalau orang tua dipanggil ke sekolah pasti bicara soal uang. Padahal yang paling penting adalah membangun komunikasi agar pendidikan di sekolah selaras dengan pendidikan di rumah," katanya.
Tatang juga mengimbau para orang tua untuk terus mengawasi aktivitas anak setelah pulang sekolah. Menurutnya, komunikasi antara keluarga dan sekolah perlu terus dibangun agar perkembangan peserta didik dapat terpantau dengan baik.
"Kalau anak pulang jauh melewati jam sekolah, itu harus dicek. Bisa saja ada kegiatan sekolah, tetapi bisa juga ada aktivitas lain yang tidak diketahui sekolah," ujarnya.
Selain itu, ia mendorong orang tua agar aktif berkomunikasi dengan wali kelas sebagai mitra dalam mendampingi perkembangan peserta didik.
"Bangun komunikasi yang produktif dengan wali kelas. Orang tua dan wali kelas harus menjadi mitra dalam mendiskusikan perkembangan anak," tegasnya.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah ini, SMPN 1 Serangpanjang berharap peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik serta tumbuh dalam lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter. (hdi/ysp)
