Musim Panen di Subang, Harga Gabah di Pagaden Barat Stabil

SUBANG-Musim panen padi kedua tahun ini bisa dikatakan mulus, meski ada beberapa titik kena serangan hama tikus, namun masih bisa dikendalikan.
"Panen kedua tahun ini cukup mulus, hama terkendalikan," kata Ari PPL Desa Pangsor dan Mekarwangi Kecamatan Pagaden Barat
Sementara itu mengenai hasil produksi padi di musim panen kali inipun bisa dikatakan masih cukup stabil di kisaran angka 6-7 ton/ha.
Dikatakannya varietas yang ditanam bervariatif, mulai dari padi jenis Ciherang, Inpari 32 dan varietas lainnya. Sebagian petani juga ada yang tanam padi ketan Gendel.
"Kalau soal varietas itu gimana kebiasaan petaninya atau anjuran dari pemerintah dalam hal ini penyuluh. Di beberapa area ada yang tanam padi ketan," tuturnya.
Ari menyampaikan, terkait adanya serangan hama tikus yang sempat menyerang sejumlah area sawah, dapat dikendalikan dan tidak meluas.
Di daerah yang terkena hama dilakukan gerakan masal pengendalian, untuk hama tikus dilakukan gropyokan, juga sosialisasi anjuran pemasangan Rubuha (rumah burung hantu) di setiap area sawah untuk mengendalikan hama tikus secara tradisional.
"Hama tikus ada, kita anjurkan petani untuk gropyokan dan membuat Rubuha, dan hasilnya cukup efektif hama tikus tidak meluas," imbuhnya.
Petani Desa Margahayu Ahdi mengatakan, bahwa hasil panen kali ini terbilang mulus dan harganyapun cukup tinggi di kisaran Rp 6500/kg harga resmi Bulog.
Bahkan menurut dia, biasanya harga padi biasa di bawah harga padi ketan, tapi saat ini terbalik harga padi di atas harga padi ketan di kisaran Rp 6000/kg.
Jika dihitung, bila 1 hektar produksinya 6 ton, harga padi Rp 6500/kg, maka pendapatan petani sekitar Rp 39 jutaan, biaya produksi sekitar Rp 10 jutaan, bersih pendapatan Rp 29 jutaan.
"Alhamdulillah panen mulus, harganya juga bagus," ujarnya.(dan)
