Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

NasDem Desak Pemkab dan Pemprov Percepat Relokasi Pedagang di Subang, Kehilangan Sumber Penghasilan

H
Hadi MartadinataEditor: Asep
|04:20 WIB
Bagikan:
NasDem Desak Pemkab dan Pemprov Percepat Relokasi Pedagang di Subang, Kehilangan Sumber Penghasilan
Hafil Gaputra Sanjaya saat menyambangi warga pasca pembongkaran bangunan di Ciater, Rabu (13/8/2025).(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Subang, Hafil Gaputra Sanjaya mengaku, mendapat banyak keluhan dari pedagang terdampak penertiban bangunan liar di jalur wisata Ciater Subang.

Mereka kehilangan sumber penghidupan karena kios atau tempat usaha yang selama ini menopang ekonomi keluarga sudah tidak ada lagi.

"Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit, penertiban ini tentu akan berdampak serius pada keluarga pedagang. Saya sudah mencatat semua keluhan warga dan akan segera menyampaikannya kepada pihak terkait," ujar Hafil saat dialog dengan pedagang saat meninjau kondisi pasca-penertiban bangunan liar di jalur wisata Ciater–Tangkuban Parahu, beberapa waktu lalu. 

Ia menegaskan, Fraksi NasDem DPRD Subang akan segera bersurat kepada para pemegang kebijakan publik di Kabupaten Subang untuk mendorong komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Jabar terkait percepatan pembangunan lokasi relokasi.

"Kami akan mendorong agar percepatan relokasi ini segera diwujudkan. Pedagang harus segera mendapat tempat usaha baru supaya tidak terlalu lama kehilangan mata pencaharian," tegasnya.

Lebih jauh, Hafil menekankan bahwa lokasi relokasi nantinya harus diprioritaskan bagi pedagang yang benar-benar terdampak penggusuran.

"Jangan sampai setelah lokasi baru dibangun, justru ditempati oleh pihak lain yang bukan korban penertiban. Prioritas utama adalah pedagang terdampak," tambahnya.

Menurutnya, penataan kawasan wisata Ciater hingga Tangkuban Parahu memang penting untuk mendukung pariwisata daerah. Namun, hal itu tidak boleh mengorbankan keberlangsungan hidup masyarakat.

"Penataan kawasan memang perlu, tetapi pemerintah juga harus hadir dengan solusi konkret. Jangan sampai penataan justru menimbulkan masalah sosial dan ekonomi baru," ungkapnya.

Hafil juga mengajak seluruh pihak terkait di Kabupaten Subang, baik eksekutif maupun legislatif, untuk aktif bersurat dan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar maupun Gubernur Jawa Barat. 

Tujuannya, agar solusi relokasi bisa segera terealisasi dan para pedagang terdampak tidak terlalu lama terkatung-katung tanpa sumber pendapatan.

Sementara itu, Aep, seorang mantan pedagang asal Desa Ciater yang turut hadir dalam kunjungan Hafil, mengungkapkan kesedihannya kios setelah miliknya dirobohkan. Ia mengatakan bahwa keluarganya kini kehilangan sumber pendapatan utama.

"Selama ini saya bisa menyekolahkan anak dan menghidupi keluarga dari hasil berdagang di jalur Ciater. Sekarang kios sudah tidak ada, kami bingung mau usaha apa lagi," ungkapnya.

Aep menambahkan pedagang sebenarnya tidak menolak mengatur kawasan wisata, asalkan pemerintah juga menyiapkan solusi yang adil.

Menurutnya, janji relokasi harus segera diwujudkan agar para pedagang bisa kembali beraktivitas.

"Kami berharap pemerintah benar-benar serius memikirkan nasib kami. Jangan hanya menertibkan, tapi juga memberi solusi," ujarnya dengan nada penuh harap.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Subang, Hafil Gaputra Sanjaya, turun langsung meninjau kondisi pasca-penertiban bangunan liar di jalur wisata Ciater–Tangkuban Parahu, Rabu (13/8/2025) minggu lalu. 

Dalam kunjungan itu, Hafil didampingi Gafin Faturrahman. Mereka meninjau sejumlah titik lokasi bekas bangunan pedagang yang telah dirobohkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penertiban dilakukan dalam rangka menata ulang jalur wisata sekaligus mengembalikan fungsi kawasan sesuai aturan.

Namun, langkah itu berdampak besar terhadap masyarakat setempat. Berdasarkan data Pemprov Jabar, total terdapat 978 bangunan yang ditertibkan.

Rinciannya, 233 bangunan berada di Desa Ciater, 202 di Desa Cisaat, 113 di Desa Palasari (ketiganya di Kecamatan Ciater), dan 430 bangunan di Kecamatan Jalancagak.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini9 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat10 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta10 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta10 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang12 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline12 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline12 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline13 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle14 jam lalu