Paguyuban Transportasi Online Subang Raya Dukung Perjuangan Buruh

PASUNDANEKSPRES.ID - Dukungan terhadap gerakan perjuangan buruh di Kabupaten Subang tidak hanya datang dari kalangan pekerja industri. Paguyuban Transportasi Online Subang Raya juga menyatakan solidaritas dan dukungannya terhadap perjuangan para buruh dalam menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan.
Ketua Paguyuban Transportasi Online Subang Raya, Tri Wahyono, mengatakan pihaknya secara prinsip mendukung perjuangan buruh. Meski tidak seluruh anggota paguyuban terlibat langsung dalam aksi di lapangan, dukungan moral dan doa tetap diberikan kepada para pekerja yang sedang memperjuangkan hak serta kesejahteraannya.
Menurut Tri, perjuangan buruh merupakan persoalan bersama karena menyangkut kehidupan masyarakat pekerja secara luas. Terlebih, masih banyak masyarakat yang memilih tidak terlibat dalam perjuangan menyuarakan persoalan kesejahteraan.
"Kita mendukung, secara legitimasi kita sangat mendukung dan mendoakan kawan-kawan buruh. Karena banyak orang yang tidak mau memperjuangkan. Jadi, ketika ada teman-teman yang berani menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kesejahteraan, tentu harus kita dukung," ujar Tri Wahyono, Minggu (8/11/2026).
Ia menilai, para pekerja dari berbagai sektor pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni mendapatkan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga. Baik buruh pabrik maupun pengemudi transportasi online, kata dia, sama-sama menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan.
Perbedaan jenis pekerjaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan perjuangan kelompok pekerja lainnya.
Paguyuban Transportasi Online Subang
"Kami dari Paguyuban Transportasi Online Subang tentu mendukung gerakan perjuangan buruh. Pada dasarnya, kita semua sama-sama masyarakat pekerja yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, sudah seharusnya kita saling mendukung dan saling menguatkan," katanya.
Tri menjelaskan, solidaritas antarkelompok masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperjuangkan kepentingan bersama. Menurutnya, persoalan kesejahteraan tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandang satu profesi karena dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa gerakan bersama tidak harus selalu dilakukan oleh kelompok yang memiliki latar belakang pekerjaan sama. Justru, kekuatan solidaritas dapat tumbuh ketika berbagai komunitas mampu memahami persoalan satu sama lain.
"Gerakan bersama itu harus saling menopang. Jangan sampai masing-masing kelompok hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Buruh punya perjuangan, teman-teman transportasi online juga punya persoalan. Tetapi ketika ada kepentingan bersama, kita harus bisa berdiri bersama dan saling memberikan dukungan," tegasnya.
Lebih lanjut, Tri mengungkapkan bahwa pengemudi transportasi online juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Mulai dari pendapatan yang tidak selalu stabil, biaya operasional kendaraan, hingga kebutuhan rumah tangga yang harus tetap dipenuhi.
Kondisi tersebut membuat pihaknya memahami bagaimana perjuangan masyarakat pekerja dalam mempertahankan penghasilan di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Menurutnya, persoalan kesejahteraan buruh dan pengemudi transportasi online memang memiliki karakteristik berbeda.
Namun, keduanya sama-sama membutuhkan perhatian agar pekerjaan yang dilakukan mampu memberikan penghidupan yang layak.
Karena itu, Tri berharap solidaritas antara komunitas transportasi online, kalangan buruh, dan elemen masyarakat lainnya tidak hanya muncul ketika berlangsung demonstrasi. Hubungan tersebut perlu terus dibangun dalam berbagai persoalan sosial yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Ia juga berharap perjuangan buruh dapat memperoleh perhatian dari pemerintah dan pihak terkait. Aspirasi yang disampaikan hendaknya menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan ketenagakerjaan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja.
"Jangan sampai ketika ada persoalan, masing-masing berjalan sendiri. Kita harus membangun komunikasi dan kebersamaan. Hari ini buruh memperjuangkan kesejahteraannya, besok mungkin kelompok masyarakat lain yang membutuhkan dukungan. Semangat saling menopang itulah yang harus dijaga," pungkasnya.(hdi/sep)
