Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pedagang Pasar Kasomalang di Subang Lesu, Omzet Harian Menurun Tajam

E
EgiEditor: Egi
|18:44 WIB
Bagikan:
Pedagang Pasar Kasomalang di Subang Lesu, Omzet Harian Menurun Tajam
Gema salah satu pedagang Pasar Kasomalang pasrah karena dagangannya kurang laku akibat sepi pengunjung.(Hadi Martadinata/PAsundan Ekspres)

SUBANG-Aktivitas perdagangan di Pasar Kasomalang, Kabupaten Subang, mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli yang berdampak langsung terhadap penurunan pendapatan harian mereka.

Salah seorang pedagang, Gema mengungkapkan, sejak bulan April lalu, kondisi pasar tidak kunjung membaik.

"Biasanya saya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp2,5 juta per hari. Tapi sekarang paling hanya Rp1,2 juta, itu juga kalau sedang ramai," ungkap Gema saat ditemui di kios miliknya, Senin (19/5).

Penurunan ini tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua pedagang saja, melainkan hampir merata di seluruh lapak. Gema menyebut banyak pedagang lainnya juga mulai jenuh dengan situasi yang berlangsung cukup lama ini. 

Menurutnya, atmosfer pasar sudah tidak lagi sehidup biasanya. Aktivitas jual beli melambat, dan banyak pelanggan yang sebelumnya rutin berbelanja kini mulai jarang terlihat.

"Banyak yang sekarang gajinya telat dibayar, bahkan ada yang sampai berbulan-bulan. Kalau gaji nggak turun, otomatis pengeluaran rumah tangga juga dikurangi. Jadi kebutuhan yang biasanya dibeli di pasar pun dikurangi," jelas Gema.

Menurut para pedagang, efisiensi belanja rumah tangga menjadi hal yang paling terasa dalam beberapa waktu terakhir. Barang-barang kebutuhan pokok yang biasanya laris manis, kini tidak lagi menjadi prioritas sebagian warga.

Bahkan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, beberapa keluarga lebih memilih membeli dalam jumlah yang sangat terbatas, atau menggantinya dengan produk yang lebih murah.

Kondisi ini membuat para pedagang harus berstrategi agar tetap bertahan. Beberapa diantaranya mengurangi jumlah stok barang yang mereka beli dari distributor, atau memilih menjual produk-produk yang harganya lebih terjangkau oleh masyarakat.

"Kalau kita beli barang banyak, tapi nggak laku, malah rugi. Sekarang mah dagang seperlunya saja, yang penting muter modal," tuturnya.

Senada dengan Gema, Adeng, pedagang lain yang telah lebih dari lima tahun berjualan di Pasar Kasomalang, juga mengeluhkan hal serupa.

Ia menyatakan  sepinya pasar bukan hanya disebabkan oleh faktor internal, melainkan lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat secara umum.

"Kami ingin kondisi pasar kembali ramai seperti dulu. Supaya kami juga bisa hidup layak, bisa bayar cicilan, bisa nyekolahin anak. Kalau terus begini, kami khawatir harus gulung tikar," ujar Adeng penuh harap.

Para pedagang berharap agar pemerintah daerah maupun pusat dapat segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kondisi perekonomian, khususnya di tingkat akar rumput. Mereka berharap roda ekonomi bisa kembali berputar secara normal, sehingga daya beli masyarakat pun meningkat.

Pasar Kasomalang merupakan salah satu pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Kasomalang dan sekitarnya. Selain menjual kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi tempat transaksi hasil bumi, sayuran, daging, dan barang kebutuhan lainnya.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, tantangan yang dihadapi pasar-pasar tradisional semakin kompleks. Selain persaingan dengan toko modern dan minimarket, kondisi ekonomi yang tidak stabil serta daya beli masyarakat yang menurun menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi.

Pemerintah Kabupaten Subang melalui dinas terkait diharapkan bisa memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini.

Selain dari sisi stimulus ekonomi, perlu juga langkah pendampingan terhadap para pelaku usaha mikro agar bisa bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline9 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat10 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta11 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle11 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang11 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta12 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta12 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang12 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang12 jam lalu