Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penerima PKH di Subang Diminta Perhatikan Kewajibannya, Gunakan Bantuan dengan Bijak

E
EgiEditor: Egi
|06:00 WIB
Bagikan:
Penerima PKH di Subang Diminta Perhatikan Kewajibannya, Gunakan Bantuan dengan Bijak
Para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) ketika menerima bantuan yang diberikan.(Muhammad Faishal/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Dinas Sosial Kabupaten Subang mengimbau para penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) agar memperhatikan kewajiban dan larangan yang diberikan. 

Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Subang, Irvan Ferdiansyah menjelaskan apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). 

Penerima PKH harus memenuhi kewajibannya dengan memeriksa kehamilan, posyandu, kehadiran sekolah minimal 85 persen, dan rawat lansia/disabilitas. Jika tidak, bantuan bisa dihentikan. 

Selain itu, para penerima PKH juga harus menggunakan bantuan dengan bijak untuk keperluan seperti pendidikan, kesehatan, pangan bergizi, tambahan modal usaha dan lainnya yang bermanfaat. Tidak diperkenankan digunakan untuk hal-hal yang konsumtif.  Mereka juga diharuskan mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

Penerima PKH juga wajib menjaga Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan aman dan merahasiakan PIN yang dimiliki. Tidak diperkenankan menjual atau memindahtangankan KKS ke orang lain. 

Apabila terdapat perubahan data, para penerima PKH harus segera melaporkannya ke pendamping sosial yang tersedia. "Yang terpenting, dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, karena PKH mendukung keluarga harmonis," ucapnya. 

PKH sendiri adalah bantuan sosial bersyarat yang merupakan program bantuan tunai dari Kementerian Sosial dan diberikan kepada keluarga miskin serta rentan. 

Irvan mengungkapkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Subang saat ini adalah kurang lebih sebanyak 69.441.(fsh/sep)

Berita Terbaru

KNPI Purwakarta Usulkan Jasa Sewa Alat Berat Masuk Objek Pajak Daerah

KNPI Purwakarta Usulkan Jasa Sewa Alat Berat Masuk Objek Pajak Daerah

Headline4 menit lalu
Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

Nasional5 menit lalu
Promo Whoosh Diskon hingga 75 Persen dan Cashback Rp150 Ribu, Berlaku sampai 4 November 2026

Promo Whoosh Diskon hingga 75 Persen dan Cashback Rp150 Ribu, Berlaku sampai 4 November 2026

Nasional7 menit lalu
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta Edukasi Karyawan Indorama tentang MLT

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta Edukasi Karyawan Indorama tentang MLT

Purwakarta8 menit lalu
ADVERTISEMENT
UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

Nasional8 menit lalu
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Kemnaker Dibuka Hingga November 2026

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Kemnaker Dibuka Hingga November 2026

Nasional12 menit lalu
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas

Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas

Nasional13 menit lalu
Sudah Tiga Bulan, Pelaku Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur Belum Ditangkap

Sudah Tiga Bulan, Pelaku Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur Belum Ditangkap

Headline24 menit lalu
Satpol PP Subang Bersama KPPBC Purwakarta Sita 52.860 Batang Rokok Ilegal di Wilayah Perkotaan

Satpol PP Subang Bersama KPPBC Purwakarta Sita 52.860 Batang Rokok Ilegal di Wilayah Perkotaan

Headline31 menit lalu
Lirik Lagunya Catchy Banget hingga Nuansa Shooting Pesona Tropis,  Intip Kolaborasi no na x Shopee 11.11 Big Sale

Lirik Lagunya Catchy Banget hingga Nuansa Shooting Pesona Tropis, Intip Kolaborasi no na x Shopee 11.11 Big Sale

Nasional2 jam lalu
Penerima PKH di Subang Diminta Perhatikan Kewajibannya, Gunakan Bantuan dengan Bijak | Pasundan Ekspres