Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penyaluran Bantuan Banjir Dinilai Tak Adil, Warga Bertahan di Rumah Terabaikan

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|11:06 WIB
Bagikan:
Penyaluran Bantuan Banjir Dinilai Tak Adil, Warga Bertahan di Rumah Terabaikan
Sejumlah warga mengeluhkan bantuan logistik yang dinilai belum merata, terutama bagi mereka yang memilih bertahan di rumah.

PASUNDANEKSPRES.ID - Bencana banjir masih melanda Kabupaten Subang dan berdampak luas terhadap ribuan warga. Data terbaru mencatat sebanyak 11.865 rumah terendam banjir yang tersebar di enam kecamatan. Total warga terdampak mencapai 33.911 jiwa, dengan 571 orang di antaranya terpaksa mengungsi.

Para pengungsi saat ini menempati sejumlah lokasi darurat, mulai dari tempat ibadah hingga kolong flyover di Jalan Pantura Subang. Namun, di tengah kondisi darurat tersebut, muncul keluhan dari warga terkait penyaluran bantuan logistik yang dinilai belum merata.

Salah seorang warga terdampak banjir di Kecamatan Pamanukan mengungkapkan bahwa bantuan lebih sering disalurkan ke lokasi pengungsian di sekitar flyover. Sementara itu, warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing justru luput dari perhatian.

“Penyaluran bantuan selama ini kurang merata. Seringnya ke pengungsi di flyover saja, warga yang tinggal di rumah-rumah tidak dapat,” ujarnya.

Meski rumahnya terendam banjir setinggi betis orang dewasa, warga tersebut bersama beberapa tetangga memilih tidak mengungsi. Keputusan itu diambil karena keterlambatan proses evakuasi serta kekhawatiran akan keamanan barang-barang berharga jika rumah ditinggalkan.

Warga yang bertahan di rumah mengaku masih sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan siap saji serta kebutuhan pokok untuk bayi. Sejak banjir mulai melanda Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, pada Jumat (23/1), mereka terpaksa bergantung pada uluran bantuan dari berbagai pihak.

Hingga kini, warga berharap pemerintah dan relawan dapat melakukan pendataan ulang agar penyaluran bantuan dapat menjangkau seluruh korban banjir, baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah masing-masing.

Berita Terbaru

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Nasional9 menit lalu
Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Lifestyle29 menit lalu
Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Nasional1 jam lalu
Harga Pangan Hari Ini 29 September 2026

Harga Pangan Hari Ini 29 September 2026

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sorotan Tajam ke SMPN 2 Pagaden KDM Geram, Oknum Segera Diberhentikan!

Sorotan Tajam ke SMPN 2 Pagaden KDM Geram, Oknum Segera Diberhentikan!

Jawa Barat1 jam lalu
Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Isu Guru Viral Rekam Dalaman Siswi, Tegaskan Pelaku Bukan Guru Sekolahnya

Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Isu Guru Viral Rekam Dalaman Siswi, Tegaskan Pelaku Bukan Guru Sekolahnya

Subang1 jam lalu
4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

Subang3 jam lalu
Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Purwakarta4 jam lalu
Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Nasional4 jam lalu
Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Jawa Barat4 jam lalu