Penyaluran Bantuan Banjir Dinilai Tak Adil, Warga Bertahan di Rumah Terabaikan

PASUNDANEKSPRES.ID - Bencana banjir masih melanda Kabupaten Subang dan berdampak luas terhadap ribuan warga. Data terbaru mencatat sebanyak 11.865 rumah terendam banjir yang tersebar di enam kecamatan. Total warga terdampak mencapai 33.911 jiwa, dengan 571 orang di antaranya terpaksa mengungsi.
Para pengungsi saat ini menempati sejumlah lokasi darurat, mulai dari tempat ibadah hingga kolong flyover di Jalan Pantura Subang. Namun, di tengah kondisi darurat tersebut, muncul keluhan dari warga terkait penyaluran bantuan logistik yang dinilai belum merata.
Salah seorang warga terdampak banjir di Kecamatan Pamanukan mengungkapkan bahwa bantuan lebih sering disalurkan ke lokasi pengungsian di sekitar flyover. Sementara itu, warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing justru luput dari perhatian.
“Penyaluran bantuan selama ini kurang merata. Seringnya ke pengungsi di flyover saja, warga yang tinggal di rumah-rumah tidak dapat,” ujarnya.
Meski rumahnya terendam banjir setinggi betis orang dewasa, warga tersebut bersama beberapa tetangga memilih tidak mengungsi. Keputusan itu diambil karena keterlambatan proses evakuasi serta kekhawatiran akan keamanan barang-barang berharga jika rumah ditinggalkan.
Warga yang bertahan di rumah mengaku masih sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan siap saji serta kebutuhan pokok untuk bayi. Sejak banjir mulai melanda Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, pada Jumat (23/1), mereka terpaksa bergantung pada uluran bantuan dari berbagai pihak.
Hingga kini, warga berharap pemerintah dan relawan dapat melakukan pendataan ulang agar penyaluran bantuan dapat menjangkau seluruh korban banjir, baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah masing-masing.
