Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perelek Desa di Subang Tembus Rp120 Juta, Disimpan Unik di Bambu Depan Rumah

H
Hadi MartadinataEditor: Egi
|05:45 WIB
Bagikan:
Perelek Desa di Subang Tembus Rp120 Juta, Disimpan Unik di Bambu Depan Rumah
Kepala Desa Bojongloa saat mengambil uang Perelek di depan rumah warga, Sabtu (26/7/2025) malam.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Melalui program Perelek di Desa Bojongloa Kecamatan Kasomalang, berhasil mengumpulkan kas sebesar Rp120 juta. Program ini menjadi kebiasaan warga menyisihkan uang secara sukarela setiap malam. 

Uniknya, uang Perelek tersebut tidak disimpan dalam celengan biasa, melainkan menggunakan bambu (awi) yang dipaku di depan rumah-rumah warga. Setiap malam, petugas ronda atau pasukan ronda akan berkeliling ke tiap rumah untuk mengambil uang yang sudah dimasukkan ke dalam bambu oleh pemilik rumah.

Kepala Desa Bojongloa, Wahlin Wagianto menjelaskan, setiap RT di desa ini memiliki kas yang berbeda-beda, tergantung dari jumlah partisipasi warganya.

"Ada yang kas RT-nya mencapai Rp11 juta, Rp12 juta, bahkan ada yang Rp13 juta," kata Wahlin saat meninjau langsung pengambilan uang Perelek di sebuah pos ronda, Sabtu (26/7/2025) malam.

Wahlin menyampaikan, seluruh uang yang dikumpulkan dari Perelek bersumber dari sumbangan sukarela warga tanpa paksaan sedikit pun.

Nominalnya pun bervariasi, mulai dari seribu rupiah, dua ribu, hingga tiga ribu rupiah per malam.

"Alhamdulillah warga di sini sudah sangat memahami nilai gotong royong. Mereka ikhlas menyisihkan rezeki untuk kebutuhan bersama," ucapnya.

Program Perelek ini tak hanya mempererat solidaritas warga, tapi juga menjadi sumber kas desa yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat, perbaikan fasilitas umum, atau kegiatan sosial lainnya. 

Sistem pengumpulan uang melalui bambu yang dipasang di depan rumah, warga tidak merasa terbebani. Bahkan banyak yang merasa bangga karena bisa berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Program ini bukti bahwa nilai-nilai tradisional seperti gotong royong dan solidaritas sosial masih sangat kuat di masyarakat pedesaan.

Inovasi sederhana namun berdampak besar bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ingin membangun kemandirian melalui kebiasaan positif warga.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Ayam Guling Enakko Pagaden Tawarkan Menu Mulai Rp25 Ribu

Ayam Guling Enakko Pagaden Tawarkan Menu Mulai Rp25 Ribu

Subang53 menit lalu
Tomat Turun 20 Persen, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Relatif Stabil

Tomat Turun 20 Persen, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Relatif Stabil

Subang57 menit lalu
BSI International Expo 2026 Ajak Gen Z Jadi Motor Halal Lifestyle

BSI International Expo 2026 Ajak Gen Z Jadi Motor Halal Lifestyle

Nasional1 jam lalu
Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Subang2 jam lalu
Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Headline3 jam lalu
Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Lifestyle4 jam lalu
DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang5 jam lalu
Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang5 jam lalu
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang6 jam lalu