Peringati Hari Bumi, Ateng Sutisna Tanam 3.000 Mangrove

PASUNDANEKSPRES.ID - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Dapil Jabar IX, Ateng Sutisna, menghadiri kegiatan penanaman 3.000 pohon mangrove di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, dalam rangka memperingati Hari Bumi, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) ini melibatkan CDK Wilayah II Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, PT Pertamina EP Field Subang, PT Global Dairi Alami Subang, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ateng menegaskan peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berkelanjutan. Penanaman mangrove dinilai sebagai langkah konkret menjaga ekosistem pesisir sekaligus bentuk tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Kita tidak hanya memperingati Hari Bumi, tetapi menegaskan komitmen bahwa bumi adalah titipan bagi generasi mendatang. Menanam mangrove hari ini merupakan investasi jangka panjang,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Mangrove Miliki Peran Pelindung Alami Abrasi
Ia menjelaskan kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang pengelolaan ekosistem mangrove. Mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon biru, habitat biodiversitas laut, serta penopang ekonomi masyarakat pesisir.
Ateng juga mengingatkan kondisi lingkungan, khususnya di pesisir utara Jawa, menghadapi tekanan serius seperti abrasi, intrusi air laut, hingga meningkatnya banjir rob dan cuaca ekstrem. Karena itu, pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi, ia menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan lingkungan, termasuk memperkuat audit lingkungan sebagai langkah pencegahan.
Ateng turut mengapresiasi YLNI atas inisiatif kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Ia berharap model tersebut dapat direplikasi di wilayah pesisir lain dan terintegrasi dengan program nasional rehabilitasi mangrove.
“Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat serta didukung pendanaan berkelanjutan dan pengawasan berbasis data,” katanya.
Ia berharap penanaman mangrove ini menjadi awal gerakan yang lebih luas dalam menjaga lingkungan. “Yang kita jaga bukan hanya mangrove, tetapi masa depan generasi mendatang,” pungkasnya. (dan/ded)
