Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

PM-AAS Diklaim Dongkrak Produksi Padi hingga 12 Ton per Hektare

C
|20:20 WIB
Bagikan:
PM-AAS Diklaim Dongkrak Produksi Padi hingga 12 Ton per Hektare
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita saat mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (2/9/2026).(Cindy DEsita Putri/Pasudan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Subang mendorong penerapan metode tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat posisi Subang sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita saat mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (2/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian meninjau langsung lahan padi yang menerapkan metode PM-AAS di kawasan BRMP Sukamandi. Amran mengatakan, metode tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas padi secara signifikan melalui peningkatan populasi tanaman dalam satu hektare. "Metode ini meningkatkan populasi, dari yang sebelumnya 360 ribu rumpun menjadi 800 ribu sampai satu juta," kata Amran.

Dia menjelaskan, pada pola tanam konvensional, populasi tanaman padi umumnya berada di kisaran 360 ribu rumpun per hektare. Sementara dengan metode PM-AAS, jumlah populasi dapat ditingkatkan hingga 800 ribu bahkan satu juta rumpun per hektare.

Dengan asumsi setiap rumpun menghasilkan sekitar 13–15 gram gabah, peningkatan populasi tersebut dinilai berpotensi memberikan hasil panen yang jauh lebih tinggi. "Satu rumpun itu menghasilkan 13–15 gram. Kalau dikalikan 800 ribu atau satu juta, maka hasilnya dapat kelihatan," jelasnya kepada Pasudnan Ekspres.

Penerapan Metode PM-AAS

Amran menyebut penerapan metode PM-AAS di sejumlah wilayah mampu meningkatkan produktivitas dari rata-rata 5–6 ton menjadi sekitar 11–12 ton per hektare. "Ini meningkatkan dua kali lipat, yang biasanya 5 ton bisa berproduksi 11–12 ton per hektare," tuturnya.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyampaikan, Pemkab Subang akan mendorong penerapan metode PM-AAS secara lebih luas. Salah satu sasaran utamanya adalah lahan-lahan sawah baru yang berasal dari program cetak sawah, termasuk lahan eks galian tanah merah.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey itu berharap penerapan teknologi dan penggunaan benih yang sesuai dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian baru di Kabupaten Subang. 

"Insyaallah, ke depannya akan diterapkan secara keseluruhan di Kabupaten Subang, karena kita ada cetak sawah baru dari galian-galian tanah merah. Insyaallah ke depannya akan kita tanami dengan bibit ini, sehingga mudah-mudahan produktivitasnya bisa lebih tinggi," tutur Kang Rey.

Menurutnya, pengembangan pertanian modern tersebut akan dilakukan melalui sinkronisasi program antara Pemkab Subang dan Kementerian Pertanian. "Kita akan sinkronkan dengan Kementerian Pertanian, karena kita (Kabupaten Subang) juga merupakan lumbung padi nasional," ujarnya.

Kang Rey menegaskan, peningkatan produktivitas menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam menjaga kontribusi Subang terhadap ketahanan pangan nasional.

Pemkab Subang, kata dia, juga terus mengupayakan agar lahan pertanian di seluruh wilayah dapat meningkatkan indeks pertanaman sehingga mampu menghasilkan dua kali panen dalam setahun. 

"Kita sedang mengupayakan seluruh daerah produktivitas panennya bisa dua kali panen, dan Kabupaten Subang menyumbangkan 1 juta ton per tahunnya untuk ketahanan pangan nasional," tegas Reynaldy. (cdp/sep)

Berita Terbaru

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Headline38 menit lalu
Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Lifestyle1 jam lalu
DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang2 jam lalu
Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang3 jam lalu
Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Lifestyle3 jam lalu
Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Olahraga4 jam lalu
Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Subang5 jam lalu
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

Nasional5 jam lalu
Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Nasional5 jam lalu