PNS Kabupaten Bandung Barat Hilang di Hutan Subang saat Memikat Burung, Sampai Hari Ini Belum Ditemukan

SUBANG - Informasi terbaru soal PNS Kabupaten Bandung Barat hilang di Hutan Subang kini memasuki hari ketiga operasi pencarian, keberadaan Karman (54), yang dilaporkan hilang saat memikat burung di kawasan Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, masih belum diketahui.
Meski tim gabungan telah memperluas area pencarian hingga puluhan kilometer dari lokasi awal, korban belum berhasil ditemukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Karman dilaporkan hilang pada Rabu (8/7/2026) setelah diduga pergi memikat burung di kawasan Balai UPTD BPTSP Sapi Perah dan HPT Cikole Lembang Unit Pelayanan Bunihayu, Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak.
Korban diketahui bernama Karman, lahir di Banyumas pada 2 Februari 1972, berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan berdomisili di Kompleks Mekarsari, Kampung Cibedug, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 12.00 WIB sepeda motor milik korban sudah terparkir di area Balai UPTD.
Menurut warga, Karman memang memiliki kebiasaan memikat burung di kawasan tersebut saat hari libur dan biasanya kembali sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun hingga pukul 18.00 WIB sepeda motornya masih berada di lokasi, sementara korban tidak terlihat, sehingga warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Dua saksi yang memberikan keterangan kepada petugas yakni Wawa Nuraji (37), warga Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, dan Toto Toharudin (43), warga Desa Cikujang, Kecamatan Serangpanjang.
PNS Kabupaten Bandung Barat Hilang di Hutan Subang
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Subang, Damkar Subang, Tagana, Destana Ciater, Linmas Cikole, serta personel Korps Brimob Cikole. Seluruh unsur terus menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban berdasarkan perkembangan informasi di lapangan.
Tim Basarnas Jawa Barat, Beta, mengatakan pencarian terus diperluas dengan menjangkau radius hingga sekitar 50 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
"Tim sudah melakukan pencarian dengan jarak sejauh 50 kilometer dari lokasi kejadian. Namun sampai dengan sore ini korban masih belum bisa ditemukan," ucapnya pada Jumat (10/72026).
Menurut Beta, strategi pencarian terus disesuaikan dengan informasi terbaru yang diterima dari masyarakat maupun hasil evaluasi tim di lapangan.
"Informasi terus berkembang selama operasi pencarian. Rencana operasi kami selalu beradaptasi dengan menyesuaikan informasi-informasi yang kami dapat. Namun demikian sampai sore ini korban masih belum ditemukan dan upaya pencarian terus dilakukan," katanya.
Ia menjelaskan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian akan dilaksanakan selama tujuh hari. Setiap sore seluruh unsur melakukan evaluasi guna menentukan langkah pencarian pada hari berikutnya.
"Sesuai SOP pencarian dilakukan selama tujuh hari. Evaluasi terus dilakukan setiap sore untuk menentukan strategi pencarian selanjutnya," jelas Beta.
Tim SAR juga masih memfokuskan pencarian di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi menjadi tempat keberadaan korban.
"Kami masih mencurigai beberapa area yang diduga menjadi lokasi korban. Sampai sore ini pencarian masih terus dilakukan di titik-titik tersebut," tambahnya.
Sementara itu, Wadanyon Korps Brimob Cikole Kompol Dedi Ginadi mengatakan personelnya turut memperkuat pencarian dengan menyisir area dalam radius sekitar lima kilometer dari titik lokasi terakhir.
"Kami fokus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang berada dalam radius lima kilometer dari lokasi kemarin," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan berharap korban segera ditemukan, sementara masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Karman diminta segera melapor kepada petugas agar proses pencarian dapat berjalan lebih efektif.(hdi)
