Polres Subang Siapkan Strategi Pengamanan Arus Mudik, Rakor Ketupat Lodaya 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Polres Subang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Patriatama, Rabu (11/3/2026), guna menyiapkan strategi pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah serta mengantisipasi lonjakan kendaraan yang melintasi wilayah Kabupaten Subang.
Kapolres Subang Dony Eko Wicaksono mengatakan rakor tersebut bertujuan memperkuat sinergitas antarinstansi dalam menghadapi mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Rapat koordinasi ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergitas antarinstansi, sehingga pengamanan Idul Fitri di wilayah Subang dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menjelaskan, posisi Kabupaten Subang sangat strategis karena berada di jalur utama Pantura serta menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Bandung dan wilayah selatan Jawa Barat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volume kendaraan selama arus mudik dan balik.
Berdasarkan prediksi nasional, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16–17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 23–24 Maret 2026. Namun masyarakat diperkirakan sudah mulai melakukan perjalanan sejak 13 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan besar atau sumbu tiga ke atas di jalur tol maupun arteri mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem one way akan diterapkan di ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga Tol Semarang–Solo saat arus mudik, dan diberlakukan sebaliknya ketika arus balik.
Kapolres juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar mewaspadai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran.
Di antaranya tindak pidana C3 (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor), pungutan liar di kawasan wisata, penipuan, hingga peredaran narkotika.
Selain itu, potensi bencana alam juga menjadi perhatian, terutama di jalur selatan yang rawan longsor serta kawasan Pantura seperti Ciasem dan Pamanukan yang berpotensi dilanda banjir.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut.
“Kami berharap sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terus terjalin sehingga masyarakat yang merayakan Idul Fitri maupun yang melintas di Subang dapat merasakan keamanan dan kenyamanan,” tuturnya. (cdp/znl/ded)
