Polsub-PT Pertamina EP Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

PASUNDANEKSPRES.ID - Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang (Polsub) bersama PT Pertamina EP Zona 7 Area Jawa Bagian Barat menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk ESi (Edukasi, Simulasi, Implementasi) Kegawatdaruratan Balut Bidai pada Remaja di SMAN 3 Subang, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelajar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya melalui pemahaman bantuan hidup dasar, teknik balut bidai, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan berupa satu set bidai, tandu, serta sistem informasi secara simbolis dari PT Pertamina EP dan Politeknik Negeri Subang kepada Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 3 Subang. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan edukasi dan simulasi kegawatdaruratan yang dilakukan oleh para siswa.
Ketua Jurusan Keperawatan Polsub, Wardah Fauziah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang bersama PT Pertamina EP.
“Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang bersama PT Pertamina EP menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 3 Subang dengan menyerahkan satu alat set bidai, tandu, dan sistem informasi bagi PMR SMAN 3 Subang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyerahan bantuan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai bantuan hidup dasar dan penanganan kondisi kegawatdaruratan kepada para siswa. Materi yang diberikan juga mencakup aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSE) yang disampaikan oleh perwakilan Pertamina EP, Leonardo Ari Prasetyo, S.T.
“Materinya antara lain bantuan hidup dasar, kemudian dari Pertamina EP ada materi terkait HSE, risiko-risiko serta pengamanan aset-aset Pertamina,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres saat diwawancarai.
Wardah menyebutkan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Pada tahun ini, SMAN 3 Subang menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan edukasi dan dukungan sarana untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat.
Kolaborasi Antara Polsub Dengan Berbagai Mitra
Ia berharap program tersebut ke depan dapat menjangkau lebih banyak sekolah, khususnya seluruh SMA dan SMK negeri di Kabupaten Subang. Kolaborasi antara Polsub dengan berbagai mitra dinilai penting untuk memperluas edukasi mengenai bantuan hidup dasar hingga penanganan kegawatdaruratan di kalangan pelajar.
“Harapannya kegiatan ini dapat mencakup seluruh SMA dan SMK negeri di Kabupaten Subang. Kita berkolaborasi untuk melaksanakan edukasi atau simulasi terkait bantuan hidup dasar hingga kegawatdaruratan,” katanya.
Ia menambahkan, Polsub juga akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara lebih luas. Dengan semakin banyaknya mitra yang terlibat, edukasi keselamatan dan kegawatdaruratan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Head of Communication, Relation & CID PT Pertamina EP Zona 7 Area Jawa Bagian Barat, Wazirul Luthfi, menegaskan bahwa mitigasi bencana merupakan langkah krusial dalam upaya menyelamatkan jiwa, membangun budaya sadar keselamatan, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk perlindungan dini, tetapi juga menjadi strategi penting untuk mengurangi risiko dan dampak kondisi darurat, terutama di wilayah yang berada di sekitar operasional perusahaan.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pertamina EP bersama Politeknik Negeri Subang melaksanakan edukasi dan sosialisasi kebencanaan di SMAN 3 Subang. Kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta respons yang tepat ketika menghadapi potensi bencana maupun situasi kegawatdaruratan.
“Melalui inisiatif ini, diharapkan tercipta budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta peningkatan kapasitas siswa dalam memahami dan menghadapi situasi darurat secara mandiri dan terukur,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Subang, Mochamad Rohiman, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Subang dan PT Pertamina EP yang telah memilih SMAN 3 Subang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para siswa, khususnya anggota PMR, karena mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai peralatan penanganan kegawatdaruratan seperti tandu dan set bidai.
Rohiman berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam bentuk kegiatan edukasi maupun simulasi lainnya. Ia menilai keterampilan menghadapi kondisi darurat sangat penting dimiliki siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter yang peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Melalui kegiatan ESi ini, sinergi antara dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang lebih tanggap, terampil, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan bencana.(znl/ysp)
