Proyek Pengairan PUPR Subang Capai 95 Persen, Tiga Lokasi Masih Dikerjakan

PASUNDANEKSPRES.ID - Progres fisik proyek infrastruktur pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang mencapai 95 persen hingga pertengahan Oktober 2026. Dari total 61 lokasi pekerjaan yang direalisasikan tahun ini, sebanyak 58 lokasi telah selesai, sementara tiga lokasi lainnya masih dalam pengerjaan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Subang, H Juli Satia, mengatakan pekerjaan yang ditangani meliputi normalisasi saluran sungai, pelapisan saluran (lining), pembangunan tembok penahan tanah (TPT) saluran, pemasangan bronjong, serta infrastruktur pengairan lainnya.
“Untuk bidang SDA, progres pekerjaan sudah 95 persen, meliputi kegiatan normalisasi saluran sungai, lining, TPT saluran, bronjong, dan infrastruktur pengairan lainnya,” ujar Juli, seperti dikutip Jabarpress.com, Kamis (22/10/2026).
Ia menyebutkan, pekerjaan yang tersisa sekitar lima persen. Pihaknya berharap seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan pada Oktober 2026.
“Pekerjaan kita tinggal lima persenan lagi, mudah-mudahan bulan ini selesai,” katanya.
58 dari 61 Proyek Pengairan PUPR Subang Rampung
Berdasarkan data yang disampaikan Bidang SDA PUPR Subang, penyelesaian 58 dari 61 lokasi menunjukkan sebagian besar pekerjaan pengairan tahun ini telah rampung.
Meski demikian, tiga lokasi masih membutuhkan penyelesaian sebelum seluruh pekerjaan dinyatakan selesai. Informasi mengenai nama lokasi, jenis pekerjaan yang tersisa di masing-masing titik, serta nilai anggarannya belum dirinci dalam laporan tersebut.
Penyelesaian pekerjaan pengairan menjadi salah satu bagian dari pembangunan infrastruktur daerah. Normalisasi saluran, perbaikan konstruksi saluran, serta pembangunan struktur penahan tanah dapat mendukung fungsi jaringan pengairan sesuai kondisi dan kebutuhan setiap lokasi.
Infrastruktur Pengairan Masih Jadi Pekerjaan Rumah pada 2027
Juli mengatakan, pembenahan infrastruktur pengairan di Kabupaten Subang masih akan menjadi pekerjaan rumah pada 2027.
Menurutnya, kebutuhan penanganan jaringan irigasi masih cukup besar, terutama pada daerah irigasi yang menjadi kewenangan kabupaten di wilayah selatan Subang.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus mengatur prioritas pembangunan. Saat ini, anggaran juga difokuskan untuk penanganan infrastruktur jalan.
Dengan masih adanya kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, penanganan pada tahun berikutnya akan bergantung pada prioritas program dan ketersediaan anggaran.
PUPR Subang berharap tiga lokasi pekerjaan yang tersisa pada 2026 dapat diselesaikan sesuai target Oktober. Sementara itu, pembenahan jaringan pengairan lainnya akan dilanjutkan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
