Puluhan Instansi Bersinergi, MPLS Ramah di Subang Kampanyekan Sekolah Bebas Perundungan

SUBANG – MPLS Ramah di Subang kampanyekan sekolah bebas perundungan. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Subang tidak hanya menjadi ajang pengenalan sekolah bagi peserta didik baru.
Kegiatan yang melibatkan puluhan instansi pemerintah, aparat keamanan, hingga lembaga perlindungan anak itu dinilai berhasil menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari praktik perundungan maupun senioritas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, H. Heri Sopandi, S.Sos., M.MPd., mengatakan keberhasilan pelaksanaan MPLS Ramah yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang bersama-sama mendampingi peserta didik baru di jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP.
"Atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh instansi, lembaga, dan mitra yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Kepedulian dan dedikasi yang telah diberikan merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak kita," ungkapnya.
Menurut Heri, melalui Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan (BSAN), Disdikbud membuka ruang kolaborasi lintas sektor agar proses pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan wawasan, serta perlindungan bagi peserta didik sejak hari pertama memasuki sekolah.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik baru memperoleh berbagai materi sesuai bidang keahlian masing-masing instansi. Dinas Kesehatan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat. Sementara jajaran TNI dan Polri, termasuk Kodim, Koramil, Polres, Polsek, serta Lanud Suryadarma, memberikan pembinaan mengenai kedisiplinan, keselamatan berlalu lintas, hingga pembentukan karakter yang humanis.
Materi mengenai perlindungan anak dan kesadaran hukum juga disampaikan oleh DP2KBP3A, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), Bagian Hukum, Kejaksaan Negeri, Balai Pemasyarakatan (Bapas), hingga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Seluruh materi diberikan dengan pendekatan ramah anak sehingga mudah dipahami oleh peserta didik baru.
Penguatan karakter dan nilai moral turut melibatkan Dewan Pendidikan, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Kementerian Agama. Kehadiran berbagai lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai etika, kebangsaan, dan keagamaan sejak dini.
Selain itu, PMI, Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Diskominfo, TP PKK, Inspektorat Daerah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Disparpora, KONI, hingga Persatuan Anti Narkoba Indonesia (PANI) juga berkontribusi memberikan edukasi mengenai kemanusiaan, keselamatan, literasi digital, kepedulian lingkungan, pengembangan bakat olahraga, serta bahaya penyalahgunaan narkoba.
Heri menegaskan, kolaborasi yang terbangun melalui Pokja BSAN merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga marwah pendidikan di Kabupaten Subang. Menurutnya, sekolah harus menjadi rumah kedua yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
"MPLS Ramah memang telah selesai dilaksanakan, namun tugas kita dalam membimbing, melindungi, dan mendidik anak-anak masih terus berlanjut. Semoga semangat gotong royong ini tetap terjaga sehingga pendidikan di Kabupaten Subang semakin berkualitas dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi masa depan," pungkasnya.(znl/ysp)
