Rakyat Kecewa Soal Isu Gaji DPR RI Rp 3 Juta Per Hari, Pedagang di Subang Mengaku Susah Dapat Rp 100 Ribu

SUBANG-Isu kenaikan gaji anggota DPR RI yang dikabarkan mencapai Rp 3 juta per hari ramai diperbincangkan di jagat maya.
Kabar yang beredar luas melalui TikTok dan Instagram itu langsung memicu reaksi keras dari masyarakat bawah, termasuk para pedagang di Pasar Kasomalang, Kabupaten Subang.
Pedagang daging di Pasar Kasomalang, Gema mengaku, sangat terkejut sekaligus kecewa. Ia menilai isu tersebut, benar atau tidaknya, sangat tidak pantas di tengah kondisi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi kenaikan harga bahan pokok.
"Kalau benar gaji DPR naik sampai Rp 3 juta per hari, itu sangat tidak adil. Kami pedagang kecil saja susah payah untuk bisa mendapatkan Rp100 ribu sehari, apalagi sekarang pembeli makin sepi," kata Gema saat di temui Pasundan Ekspres Senin (18/8/2025).
Menurutnya, wakil rakyat seharusnya lebih peka dengan penderitaan rakyat kecil.
"Yang lebih dibutuhkan itu bantuan modal usaha, perbaikan pasar, fasilitas kesehatan yang terjangkau. Bukan malah menambah gaji anggota DPR yang sudah besar," jelasnya.
"Yang kami butuhkan adalah wakil rakyat yang benar-benar merasakan apa yang kami rasakan. Jangan sampai rakyat kecil hanya dijadikan alat kampanye, tapi setelah terpilih malah sibuk memikirkan kesejahteraan sendiri," tambah Gema.
Nada serupa juga disampaikan Tini, pedagang sayuran. Ia menegaskan bahwa kabar kenaikan gaji DPR menimbulkan rasa sakit hati bagi rakyat kecil.
"Rasanya seperti menampar rakyat kecil. Kami tiap hari harus berangkat subuh, ngangkut sayuran dari pengepul, sampai malam masih di pasar. Kalau laku bisa dapat Rp150 ribu, itu pun harus dipotong modal. Sedangkan mereka bisa dapat Rp3 juta sehari hanya dengan duduk rapat," ujarnya dengan kecewa berat.
Sementara itu, Dadan, pedagang ayam potong, berharap DPR segera memberikan klarifikasi resmi terkait kabar tersebut.
Menurutnya, isu ini bisa memperkeruh suasana dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap wakilnya di parlemen.
"Kalau berita itu hoaks, DPR harus cepat meluruskan. Tapi kalau memang benar, ini sangat keterlaluan. Wakil rakyat harusnya mikirin rakyat, bukan gaji sendiri," tegasnya.
Mereka menilai, apapun kebenaran kabar tersebut, DPR seharusnya lebih fokus pada kebijakan yang pro-rakyat, seperti penstabilan harga sembako, program bantuan usaha, hingga pembangunan fasilitas pasar yang lebih layak.
Semakin ramainya isu ini di jagat maya, masyarakat Subang berharap pemerintah dan DPR RI segera memberikan jawaban yang jelas agar tidak menimbulkan gejolak lebih besar.(hdi/sep)
