Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

"Rebo Ngumum" Dijalankan, Om Zein Naik Angkot

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:00 WIB
Bagikan:
"Rebo Ngumum" Dijalankan, Om Zein Naik Angkot
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein turut melaksanakan program "Rebo Ngumum" dengan menaiki angkutan kota dari rumahnya di Maracang ke Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta, Rabu (6/5/2026).(Adam SUmarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID-Surat Edaran Bupati Purwakarta Nomor 000.1.4/884/ORG/2026 tentang penggunaan kendaraan umum bagi pegawai setiap hari Rabu, sebagai upaya efisiensi anggaran sekaligus mendorong perputaran ekonomi di sektor transportasi umum mulai dijalankan, Rabu (6/5/2026). Salah satu penandanya, tidak ada lagi deretan mobil dinas dan kendaraan pribadi yang hilir mudik mengantar aparatur sipil negara (ASN) ke Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta. Yang ada, angkutan kota (angkot) dan ojek online silih berganti menurunkan penumpang yang tampak mengenakan pakaian dinas. Tak sedikit pula ASN yang memilih berjalan kaki atau bersepeda karena jarak rumah yang relatif dekat.

Kondisi lalu lintas di sekitar kawasan perkantoran pun terpantau lebih lengang dibanding hari biasanya. Minimnya kendaraan pribadi milik ASN berdampak langsung pada kelancaran arus kendaraan di jalur utama menuju kompleks Pemda.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, pun turut memberi contoh dengan menggunakan angkutan umum saat berangkat kerja. Ia menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer dari rumahnya di wilayah Maracang dengan berpindah angkot hingga tiga kali.

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya soal penghematan, tetapi juga bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil, khususnya pelaku jasa transportasi.

"Ini untuk penghematan, mengurangi kemacetan dan polusi, serta membantu ekonomi sopir angkot dan ojol. Uang akan berputar di masyarakat," kata Om Zein kepada Pasundan Ekspres.

Dirinya juga mengungkapkan, jika ribuan ASN beralih ke transportasi umum, potensi perputaran uang harian di sektor ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Meski demikian, lanjut dia, kebijakan ini tetap memberikan pengecualian bagi kondisi tertentu, seperti pegawai yang sakit, hamil, penyandang disabilitas, kondisi darurat, atau yang tidak terjangkau transportasi umum.

Menurutnya, hari pertama pelaksanaan Rabu Naik Angkutan Umum alias "Rebo Ngumum" ini dinilai cukup berhasil. Selain mengurangi kepadatan kendaraan dinas, program ini juga menghadirkan wajah baru mobilitas ASN yang lebih sederhana, membumi, dan terhubung langsung dengan masyarakat.

"Biasanya kalau pagi tuh kelihatan mobil-mobil pelat merah, nah sekarang cuman kelihatan satu dua saja, mungkin itu mau mengejar pelayanan," ujarnya.

Ke depan, kata dia, Pemkab Purwakarta berencana melakukan penataan angkutan umum agar layanan semakin nyaman dan layak, seiring meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

Angin Segar Bagi Pengemudi Angkot dan Ojek Online

Yang menarik, kebijakan ini menjadi angin segar bagi para pengemudi angkot dan ojek online. Mereka mengaku jumlah penumpang meningkat signifikan dibanding hari biasa.

"Alhamdulillah, hari ini penumpang lebih banyak. Jalan juga terasa lebih lancar, tidak terlalu macet," ujar Sirodz, pengemudi ojek online usai mengantar ASN ke lingkungan Pemkab Purwakarta.

Sementara itu, para ASN menilai program ini memberikan pengalaman berbeda. Selain lebih hemat, perjalanan menggunakan angkutan umum juga membuka ruang interaksi sosial yang selama ini jarang terjadi.

"Lebih cepat sampai, tidak macet, dan lebih irit. Biasanya pakai kendaraan dinas justru lebih lama," kata Hilman Nugraha, salah seorang ASN.(add/sep)

Berita Terbaru

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang20 menit lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline42 menit lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle1 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang3 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional4 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang5 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline6 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional6 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle7 jam lalu