Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Reses DPRD Soroti Ketahanan Keluarga, Majelis Taklim Didorong Jadi Garda Terdepan

H
Hadi MartadinataEditor: Dobi Maulana
|09:54 WIB
Bagikan:
Reses DPRD Soroti Ketahanan Keluarga, Majelis Taklim Didorong Jadi Garda Terdepan
RESES: Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi PKS, Sri Wahyuningsih, S.IP., mengangkat isu ketahanan keluarga dalam agenda reses di Jalancagak, Senin (10/8/2026). (HADI MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES)

PASUNDANEKSPRES.ID - Persoalan sosial yang semakin kompleks mendorong Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sri Wahyuningsih, S.IP., mengangkat isu ketahanan keluarga dalam agenda resesnya.

Dalam reses yang digelar di Jalancagak, Senin (10/8/2026), Sri mengajak para ibu rumah tangga (umahat) dan pengurus majelis taklim memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng awal dalam mencegah berbagai persoalan sosial.

Sri mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus melindungi anak dan anggota keluarga dari berbagai ancaman sosial. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.

“Agenda reses hari ini temanya ketahanan keluarga. Sasarannya para umahat dan pengurus majelis taklim. Kita ingin sama-sama mengingatkan kembali pentingnya ketahanan pribadi untuk mengatasi berbagai persoalan sosial seperti kekerasan, narkoba, LGBT, dan perceraian,” ujar Sri seusai kegiatan.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak. Ketahanan keluarga yang kuat diharapkan mampu menjadi langkah preventif untuk mencegah persoalan sosial sejak dari lingkungan terkecil.

Sri juga mendorong penguatan regulasi di tingkat Kabupaten Subang. Salah satu yang dinilai penting adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) mengenai perlindungan anak dan perempuan, termasuk regulasi yang berkaitan dengan narkoba dan persoalan sosial lainnya.

“Harapannya ke depan kita punya perda perlindungan anak dan perlindungan perempuan. Kemudian perda terkait narkoba dan persoalan sosial lainnya. Ini mudah-mudahan menjadi bahan bagi kami di DPRD,” katanya.

Selain regulasi, Sri menilai majelis taklim memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga. Kedekatan majelis taklim dengan masyarakat, khususnya para ibu, dinilai menjadi modal penting untuk menyampaikan edukasi terkait persoalan keluarga.

Dalam reses tersebut, peserta berasal dari sejumlah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Di antaranya Badan Kontak Majelis Taklim (BKMM) tingkat desa hingga kecamatan di wilayah Jalancagak, Muslimat NU, serta MTP IPEMI Kecamatan Jalancagak.

Sri berharap majelis taklim tidak hanya menjadi wadah kegiatan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi mengenai berbagai persoalan keluarga.

“Kita ingin mengangkat ketahanan keluarga dan mengingatkan seluruh majelis taklim agar bisa memiliki kurikulum terkait ketahanan keluarga di masing-masing majelis taklim,” ungkapnya.

Ia menilai majelis taklim dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memberikan edukasi mengenai pengasuhan anak, pencegahan kekerasan, bahaya narkoba hingga berbagai persoalan sosial yang dihadapi keluarga.

“Merekalah yang terdekat dengan para umahat yang ada di masyarakat. Walaupun mungkin belum 100 persen masyarakat hadir ke majelis taklim, paling tidak ada yang kita lakukan. Jadi kita sama-sama bergerak,” katanya.

Sri menegaskan, pembangunan ketahanan keluarga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, majelis taklim dan keluarga.

Dari sisi DPRD, peran yang dapat dilakukan adalah mendorong penguatan regulasi. Sementara organisasi kemasyarakatan dan majelis taklim dapat bergerak di lapangan melalui edukasi serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan keluarga.

“Dari sisi regulasi kami bergerak, sementara mereka bisa bergerak dari sisi lapangan untuk mengingatkan terkait problem-problem yang ada sekarang. Kemudian bagaimana usaha yang harus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan keluarga,” pungkasnya. (hdi/ysp)

Berita Terbaru

Link Simulasi TKA SMA 2026 Resmi Kemendikdasmen, Ini Cara Aksesnya

Link Simulasi TKA SMA 2026 Resmi Kemendikdasmen, Ini Cara Aksesnya

Nasional2 menit lalu
Line Up Indonesia vs Thailand di Semifinal Badminton Beregu Putra Asian Games 2026

Line Up Indonesia vs Thailand di Semifinal Badminton Beregu Putra Asian Games 2026

Olahraga47 menit lalu
Cara Membatalkan Pinjaman Kredit Pintar, Jangan Sampai Salah Langkah

Cara Membatalkan Pinjaman Kredit Pintar, Jangan Sampai Salah Langkah

Lifestyle1 jam lalu
Menteri Nusron Ungkap Rencana Pembagian Peran Kementerian ATR/BPN dan LPRA dalam Penyelesaian Konflik Agraria

Menteri Nusron Ungkap Rencana Pembagian Peran Kementerian ATR/BPN dan LPRA dalam Penyelesaian Konflik Agraria

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Apakah Subang Cocok untuk Wisata Bisnis? Ini Potensinya yang Makin Menarik

Apakah Subang Cocok untuk Wisata Bisnis? Ini Potensinya yang Makin Menarik

Lifestyle2 jam lalu
Rekrutmen AirNav Indonesia Tahun 2026 Telah Dibuka, Ini 7 Posisi yang Dibutuhkan

Rekrutmen AirNav Indonesia Tahun 2026 Telah Dibuka, Ini 7 Posisi yang Dibutuhkan

Nasional2 jam lalu
Cara Login ASN Digital BKN Terbaru dan Panduan Aktivasi

Cara Login ASN Digital BKN Terbaru dan Panduan Aktivasi

Lifestyle3 jam lalu
Mahasiswa Soroti Kinerja Anggota DPRD, Kerap Absens hingga Minim Karya Pro Rakyat

Mahasiswa Soroti Kinerja Anggota DPRD, Kerap Absens hingga Minim Karya Pro Rakyat

Purwakarta3 jam lalu
Prevelensi Stunting 14,5 Persen, Abang Ijo Hapidin Optimis Ikut Perkuat PPS 2026

Prevelensi Stunting 14,5 Persen, Abang Ijo Hapidin Optimis Ikut Perkuat PPS 2026

Purwakarta3 jam lalu
Dampingi Bapanas RI, Polres Purwakarta Pastikan Stabilitas Pangan Terjaga

Dampingi Bapanas RI, Polres Purwakarta Pastikan Stabilitas Pangan Terjaga

Purwakarta3 jam lalu