Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sampah di Pantura Subang Jadi Sarang Penyakit, Muspika Patokbeusi Lakukan Karya Bakti

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|14:42 WIB
Bagikan:
Sampah di Pantura Subang Jadi Sarang Penyakit, Muspika Patokbeusi Lakukan Karya Bakti
Tumpukan sampah di Pantura Subang dibersihkan untuk cegah penyakit dan banjir saat musim hujan. (Foto: poskota.co)

PASUNDANEKSPRES.ID - Masalah tumpukan sampah di sepanjang Jalan Raya Pantura, tepatnya di wilayah Desa Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akhirnya mendapat penanganan serius setelah lama dikeluhkan oleh masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan karena sampah terus menumpuk di bahu jalan dan mencemari lingkungan sekitar.

Menindaklanjuti hal itu, aparat Muspika Patokbeusi bersama warga setempat menggelar kegiatan karya bakti sebagai upaya membersihkan gunungan sampah yang selama ini mengganggu kenyamanan dan kebersihan kawasan tersebut.

Kegiatan gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Sampah rumah tangga seperti plastik sekali pakai, bungkus makanan, botol minuman, hingga limbah domestik lainnya terlihat menumpuk dan berserakan di sepanjang pinggir jalan.

Selain merusak pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap, kondisi ini juga dinilai sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Terlebih lagi, Jalan Raya Pantura merupakan salah satu jalur lalu lintas terpadat di Pulau Jawa yang setiap harinya dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan berat, sehingga keberadaan sampah tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Danramil 0507 Pabuaran, Kapt Inf Odiyarto, menjelaskan bahwa tumpukan sampah di pinggir jalan tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih sadar dalam membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Sampah yang menumpuk bisa jadi sarang nyamuk. Ini berbahaya bagi kesehatan warga,” kata Kapt Inf Odiyarto, Kamis (5/2/2026).

Selain risiko penyakit, ia juga mengingatkan bahwa sampah dapat menyumbat aliran air, terutama saat musim penghujan, sehingga memicu terjadinya banjir. Karena itu, pembersihan dilakukan sebagai langkah pencegahan dini.

Pihak Muspika pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan di tepi jalan.

Berita Terbaru

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Headline24 menit lalu
Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Lifestyle1 jam lalu
DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang2 jam lalu
Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang2 jam lalu
Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Lifestyle3 jam lalu
Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Olahraga4 jam lalu
Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Subang4 jam lalu
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

Nasional5 jam lalu
Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Nasional5 jam lalu