Sampah di Pantura Subang Jadi Sarang Penyakit, Muspika Patokbeusi Lakukan Karya Bakti

PASUNDANEKSPRES.ID - Masalah tumpukan sampah di sepanjang Jalan Raya Pantura, tepatnya di wilayah Desa Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akhirnya mendapat penanganan serius setelah lama dikeluhkan oleh masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan karena sampah terus menumpuk di bahu jalan dan mencemari lingkungan sekitar.
Menindaklanjuti hal itu, aparat Muspika Patokbeusi bersama warga setempat menggelar kegiatan karya bakti sebagai upaya membersihkan gunungan sampah yang selama ini mengganggu kenyamanan dan kebersihan kawasan tersebut.
Kegiatan gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Sampah rumah tangga seperti plastik sekali pakai, bungkus makanan, botol minuman, hingga limbah domestik lainnya terlihat menumpuk dan berserakan di sepanjang pinggir jalan.
Selain merusak pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap, kondisi ini juga dinilai sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Terlebih lagi, Jalan Raya Pantura merupakan salah satu jalur lalu lintas terpadat di Pulau Jawa yang setiap harinya dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan berat, sehingga keberadaan sampah tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Danramil 0507 Pabuaran, Kapt Inf Odiyarto, menjelaskan bahwa tumpukan sampah di pinggir jalan tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih sadar dalam membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Sampah yang menumpuk bisa jadi sarang nyamuk. Ini berbahaya bagi kesehatan warga,” kata Kapt Inf Odiyarto, Kamis (5/2/2026).
Selain risiko penyakit, ia juga mengingatkan bahwa sampah dapat menyumbat aliran air, terutama saat musim penghujan, sehingga memicu terjadinya banjir. Karena itu, pembersihan dilakukan sebagai langkah pencegahan dini.
Pihak Muspika pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan di tepi jalan.
