Santri LTIQ As-Syifa Khataman Al-Qur’an di d’Castello, Perkuat Sinergi Pendidikan, Pariwisata, dan Nilai Keagamaan

SUBANG- Suasana berbeda terlihat di kawasan wisata Florawisata d’Castello, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Rabu (10/6/2026).
Ratusan santri dari Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an LTIQ As-Syifa hadir dalam kegiatan silaturahmi, khataman Al-Qur’an, dan doa bersama yang berlangsung di salah satu destinasi wisata unggulan di Subang tersebut.
Kegiatan yang dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, dr. Suleiman Omar S. Qush, serta Direktur Ekonomi dan Investasi As-Syifa, H. Alwin Nasa’i, menjadi momentum istimewa yang memadukan dunia pendidikan Islam, sektor pariwisata, dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam satu ruang kebersamaan.
Ratusan santri LTIQ As-Syifa yang hadir tidak hanya mengikuti kegiatan wisata, tetapi juga melaksanakan khataman Al-Qur’an bersama sebagai bentuk syukur dan doa untuk keberkahan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, dr. Suleiman Omar S. Qush menyampaikan apresiasi kepada manajemen Florawisata d’Castello yang telah membuka ruang bagi para santri LTIQ As-Syifa untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di kawasan wisata.
“Hari ini kami ke sini tidak hanya untuk jalan-jalan. Kami juga akan mengkhatamkan Al-Qur’an bersama-sama. Semoga ketika Al-Qur’an sudah mengakar di tempat ini, akan tumbuh kebaikan-kebaikan dan kemudahan urusan untuk kita semua serta keberkahan bagi tempat ini,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa nilai-nilai keagamaan dapat hadir di berbagai ruang kehidupan, termasuk di kawasan wisata yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah.
Pemilik Florawisata d’Castello, H. Irvan Surono, mengaku terharu dengan kehadiran para santri penghafal Al-Qur’an. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren, ia mengaku memahami perjuangan para santri LTIQ As-Syifa dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an.
“Saya selalu merasa senang dan terharu ketika mendengar lantunan bacaan Al-Qur’an dari para santri. Melihat ada yang sudah hafal 10 juz, 12 juz, 20 juz bahkan menjadi hafiz, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Membersamai mereka adalah sesuatu yang luar biasa,” ungkap Irvan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyegaran bagi para santri LTIQ As-Syifa setelah menjalani rutinitas belajar dan menghafal Al-Qur’an di lingkungan pesantren.
Selain itu, Irvan melihat adanya peluang besar untuk membangun kolaborasi antara dunia pendidikan Islam dan sektor pariwisata. Ia berharap para santri tidak hanya menjadi generasi yang kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan luas dalam bidang ekonomi dan bisnis.
“Nanti ke depan kita bisa bersinergi dalam industri pariwisata. Jika para santri sudah menyelesaikan pendidikan dan tertarik bekerja di bidang pariwisata, mereka bisa belajar di sini. Ini merupakan perpaduan antara sumber daya manusia yang saleh dan berkarakter dengan pengelolaan bisnis yang diminati masyarakat,” jelasnya.
Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga datang dari Hj. Supadmi dari PT Nanda Persada Group. Ia menilai sinergi antara dunia usaha, pendidikan, dan keagamaan merupakan langkah positif yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kalau hanya bisnis terus tentu akan melelahkan. Begitu juga jika hanya rekreasi tanpa memperkuat keimanan, hidup akan terasa hampa. Karena itu perpaduan antara mengaji, bisnis, dan rekreasi merupakan sesuatu yang indah dan perlu dikembangkan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Hj. Supadmi bahkan mengundang para santri LTIQ As-Syifa untuk menggelar khataman Al-Qur’an di kantor pusat perusahaannya. Ia berharap lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat menjadi wasilah keberkahan dan kelancaran bagi seluruh aktivitas perusahaan.
Setelah mengikuti khataman dan doa bersama, para santri mendapatkan kesempatan menjelajahi berbagai wahana yang tersedia di kawasan d’Castello. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi sarana tadabbur alam bagi para santri LTIQ As-Syifa.
Santri LTIQ As-Syifa Senang khataman Al-Qur’an di d’Castello
Salah seorang santriwati asal Medan, Nailah Mahira, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut dan bertemu langsung dengan pengelola kawasan wisata yang selama ini hanya dikenalnya melalui media sosial.
“Senang sekali bisa datang ke sini. Apalagi bisa bertemu langsung dengan owner d’Castello. Ini kesempatan yang luar biasa. Kami juga bisa mengaji sambil berwisata. Semoga d’Castello terus maju dan berkembang,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan oleh Silfi Nadiya dan Salsabila, santriwati asal Garut. Menurut mereka, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena dapat menikmati keindahan alam sekaligus memperkuat semangat dalam menghafal Al-Qur’an.
“Masya Allah, ternyata kawasan d’Castello sangat luas dan indah. Kami bisa berwisata sambil tadabbur alam. Kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk terus menghafal Al-Qur’an. Semoga As-Syifa dan d’Castello senantiasa diberikan keberkahan,” ujar Salsabila.(hdi)
