Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

SDN Kiansantang di Subang Lestarikan Tari Sintren Lewat Ekskul, Latih Bakat Anak Sejak Dini

D
Dadan RamdanEditor: Dede
|08:30 WIB
Bagikan:
SDN Kiansantang di Subang Lestarikan Tari Sintren Lewat Ekskul, Latih Bakat Anak Sejak Dini
Sejumlah siswa SDN Kiansantang saat menampilkan Tari Sintren sebagai salahsatu ekskul berkaitan pelesrarian dengan seni budaya nusantara di Indonesia, Senin (20/10/2025).(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Seni budaya menunjukkan sebuah bangsa yang memiliki nilai estetika tinggi dan menjadi daya tarik wisata. Untuk itulah SDN Kiansantang, Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, melestarikan seni Tari Sintren sebagai ekskul unggulan.

Walaupun belum mempunyai peralatan gamelan sendiri, apalagi tempat untuk latihan karawitan, hal itu tidak membuat langkah mereka terhenti untuk ikut serta dalam melestarikan kesenian tradisional.

Menurut Kepala Sekolah SDN Kiansantang Karnica, S.Pd. MM, pihaknya berkomitmen untuk melestarikan kesenian tradisional seni Sintren walaupun sarana dan prasarana untuk kegiatan tersebut belum menunjang akan tetapi hal itu tidak lantas menjadi hambatan untuk pelestarian kesenian daerah Subang.

"Kami berusaha untuk menemukan bakat anak sejak awal yang nantinya bakat ini dapat diasah dan menjadikan prestasi untuk anak -anak, karena kami yakin setiap anak memiliki bakatnya masing-masing,” tuturnya kepada Pasundan Ekspres.

Karnica menjelaskan tarian sintren adalah sebuah seni tari yang dibawakan oleh seorang wanita dan didampingi satu orang dalang. Sama seperti seni tari pada umumnya, tarian sintren juga turut diiringi oleh alunan musik gamelan tradisional.

Selain itu, dalam kesenian tari sintren, juga terdapat beberapa orang wanita yang bertugas sebagai penari pengiring. Dalam proses pementasan kesenian ini, seorang wanita yang menjadi penari sintren akan lebih dulu diikat dengan tali dan dimasukkan ke dalam sebuah kurungan yang tutup oleh kain.

Beberapa saat kemudian, sang penari sintren pun akan keluar dengan kondisi tubuh yang sudah terlepas dari ikatan. Selain itu, saat keluar dari kurungan, penampilan sang penari pun telah berubah. Ia keluar dengan mengenakan pakaian khusus dan berkacamata hitam.

Seirama dengan alunan musik yang mengiringinya, seorang penari sintren akan terus melenggak-lenggok melakukan gerakan tarian. Namun ketika ada penonton yang melemparkan uang dan tepat mengenai tubuh si penari, maka penari sintren akan terjatuh.

Di saat itu, seorang Dalang yang mendampingi, kemudian akan kembali mendirikan tubuh si penari sintren, begitu pun seterusnya.

Karnica menyebut nama Sintren sendiri berasal dari dua kata yakni Si dan Tren. Si yang berarti Dia, dan Tren yang berarti Putri. Sehingga jika diartikan, nama Sintren memiliki makna Si Putri atau bisa juga disebut Sang Putri.

Sebetulnya seni Sintren ini sudah ada sebelum ajaran Islam masuk ke tanah Jawa. Hal ini, ditandai dengan adanya syair-syair dalam tarian sintren yang menyebut dewa-dewa. Setelah ajaran Islam masuk ke tanah Jawa, khususnya di era Walisongo, tarian Sintren juga dijadikan sebagai media dakwah oleh para wali.

"Baru setelah Islam masuk, khususnya di era Walisongo, syair-syair dalam kesenian tari sintren kemudian diisi dengan ajaran Islam, seperti shalawat," ujarnya.

Lebih lanjut Karnica berharap melalui ekskul seni Sintren ini siswa bisa mengeksplorasi minat dan ikut melestarikan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.(dan/ded)

Berita Terbaru

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Subang4 jam lalu
Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang5 jam lalu
Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta5 jam lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional8 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle8 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle9 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional9 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga9 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional10 jam lalu