Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sedikit Demi Sedikit Lama-lama jadi Bukit, Perelek 500 Rupiah Punya Kas RT 12 Juta

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|09:28 WIB
Bagikan:
Sedikit Demi Sedikit Lama-lama jadi Bukit, Perelek 500 Rupiah Punya Kas RT 12 Juta
Warga di Desa Sukamelang RT 04 menjalani program Perelek Siskamling. HADI MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG– Warga Desa Sukamelang Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, khususnya RT 04 mempunyai kas sebesar 12 juta dari program Perelek Siskamling yang unik dan menginspirasi. 

Di tengah kehidupan modern yang serba instan dan individualistis, semangat gotong royong ternyata masih hidup dan tumbuh subur di tengah masyarakat pedesaan. 

Program perelek ini berbeda dari biasanya. Jika di tempat lain perelek identik dengan menyisihkan beras dan yang lainnya, maka warga RT 04 Sukamelang menyisihkan uang tunai hanya Rp500 per rumah setiap malamnya. 

Namun cara penyimpanannya yang membuatnya menjadi perhatian: uang tersebut disimpan di dalam potongan bambu yang dipaku di depan rumah masing-masing warga, dan nantinya akan diambil oleh petugas ronda atau siskamling pada malam hari.

RT 04, Royaman, mengungkapkan ide perelek ini sudah berjalan cukup lama dan menjadi bagian dari budaya ronda malam yang dilakukan secara bergiliran oleh warga.

“Uangnya cuma lima ratus perak, tapi karena dikumpulkan setiap malam dan konsisten, alhamdulillah sekarang kas RT kita sudah mencapai Rp12 juta,” ujar Royaman Kepada Pasundan Ekspres Selasa Senin (23/6/2025). 

Menurutnya, hasil dari perelek tersebut digunakan sepenuhnya untuk kepentingan bersama warga RT 04.

Di antaranya adalah pembelian panggung untuk acara hajatan warga, kursi, meja, terpal, serta pembangunan pos ronda yang kini dilengkapi dengan fasilitas yang layak. 

Bahkan, kas dari perelek ini juga dimanfaatkan untuk memberikan bantuan kepada warga yang sedang sakit maupun mengalami musibah seperti kematian.

“Sudah banyak manfaatnya, tidak hanya buat peralatan hajatan, tapi juga untuk kegiatan sosial. Warga yang kena musibah, sakit, atau meninggal bisa terbantu dari dana ini,” jelasnya.

Kepala Desa Sukamelang, Andi Sujana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif warganya, khususnya warga RT 04, yang telah menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui program perelek yang sederhana tapi berdampak besar.

“Bukan hanya RT 04 RW 02 saja, di desa kami hampir setiap RT punya program perelek masing-masing. Tapi yang paling menonjol memang RT 04 karena mereka sangat aktif dan transparan dalam pengelolaan,” ujar Andi.

Ia berharap program seperti ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Subang. 

Menurutnya, ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk saling bantu dan peduli, maka banyak persoalan sosial bisa diatasi tanpa harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah.

Kasi Trantib Kecamatan Kasomalang, Ipa Nurdianto, yang juga ikut memantau langsung program perelek ini, menyampaikan kekagumannya terhadap konsistensi dan semangat kolektif warga RT 04 Sukamelang.

Ia menilai, inisiatif ini sejalan dengan program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah.

“Ini bukti bahwa masyarakat mampu memberdayakan dirinya sendiri. Hanya dengan iuran Rp500 setiap malam, tapi bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Ini patut jadi model pemberdayaan warga di tingkat paling bawah,” ujar Ipa.

Ia juga menyampaikan pihak kecamatan siap memberikan dukungan dan pendampingan jika program perelek seperti ini akan diperluas atau ditingkatkan skalanya di desa lain.

Program perelek yang dilakukan warga RT 04 ini bukan hanya sekadar kegiatan mengumpulkan uang receh. Lebih dari itu, ini adalah simbol solidaritas dan semangat kemandirian masyarakat desa.

Di tengah tantangan ekonomi dan minimnya fasilitas, warga mampu menunjukkan bahwa dengan bersatu dan konsisten, banyak hal bisa dicapai bersama.

Selain itu, keunikan program ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Penggunaan bambu sebagai wadah penyimpanan perelek tidak hanya praktis dan murah, tapi juga memberikan kesan kearifan lokal yang masih terpelihara di tengah gempuran modernisasi.

“Setiap malam, siskamling tinggal keliling ambil perelek dari bambu yang dipaku di depan rumah. Simple tapi efektif,” kata salah satu warga yang juga ikut aktif ronda malam.

Semangat gotong royong yang terus terjaga dan inovasi warga yang tidak pernah padam, Desa Sukamelang, khususnya RT 04, telah memberikan contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat bisa dimulai dari hal kecil namun berdampak besar.

Perelek di RT 04 Sukamelang bukan hanya soal uang receh, tapi soal nilai-nilai luhur yang harus terus dirawat dan diwariskan: kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.(hdi) 

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle59 menit lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle4 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional5 jam lalu