Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Gedung Big House Subang, Ikon Bersejarah di Kabupaten Subang

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|20:00 WIB
Bagikan:
Sejarah Gedung Big House Subang, Ikon Bersejarah di Kabupaten Subang
Gedung Big House atau Representatives, rumah mewah masa kolonial milik tuan tanah P.W. Hofland yang terletak di sebelah utara Alun-alun Subang dan hancur pada tahun 1947 akibat perang kemerdekaan.

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejarah Gedung Big House Subang merupakan bagian penting dari perjalanan Kabupaten Subang sejak masa kolonial Belanda.

Bangunan yang berdiri megah di kawasan Jalan Ade Irma Suryani ini menjadi saksi perkembangan pemerintahan, perkebunan, hingga perubahan sosial masyarakat Subang selama lebih dari satu abad.

Hingga kini, Gedung Big House masih dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai arsitektur dan historis tinggi. Meskipun telah mengalami perubahan fungsi dan nama, keberadaannya tetap menjadi ikon sejarah Kabupaten Subang.

Awal Berdirinya Gedung Big House Subang

Sejarah Gedung Big House Subang bermula pada masa kekuasaan perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiassemlanden (P&T Lands) yang menguasai wilayah Subang pada abad ke-19.

Ketika Peter William (P.W.) Hofland memindahkan pusat pemerintahan perusahaan dari Tengeragoeng (Distrik Sagalaherang) menuju Kota Subang, dibangunlah sebuah rumah besar sebagai tempat tinggal sekaligus pusat administrasi penguasa perkebunan.

Rumah megah tersebut kemudian dikenal dengan nama Big House, yang secara harfiah berarti "Rumah Besar". Bangunan ini menjadi pusat pengambilan keputusan sekaligus simbol kekuasaan para tuan tanah Belanda yang mengelola ribuan hektare lahan perkebunan di wilayah Subang.

Simbol Kekuasaan pada Masa Kolonial

Pada masa kolonial, Big House bukan sekadar rumah tinggal.

Bangunan ini memiliki fungsi penting sebagai:

  • Kediaman resmi penguasa perkebunan.
  • Tempat menerima tamu penting dari pemerintahan kolonial.
  • Lokasi pertemuan administrasi perusahaan.
  • Simbol status sosial dan kekuasaan ekonomi.

Dalam berbagai catatan sejarah disebutkan bahwa posisi Big House pada masa itu hampir menyerupai istana bagi penguasa wilayah perkebunan.

Bahkan masyarakat Subang menganggap rumah tersebut sebagai pusat pemerintahan tidak resmi karena seluruh kebijakan perusahaan berawal dari bangunan tersebut.

Hubungan Big House dengan P.W. Hofland

Nama P.W. Hofland tidak dapat dipisahkan dari sejarah Gedung Big House Subang.

Hofland dikenal sebagai salah satu tokoh yang berjasa mengembangkan infrastruktur, perkebunan, dan tata kota Subang pada masa kolonial Belanda. Di depan kompleks Big House bahkan pernah berdiri patung dirinya sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.

Seiring perkembangan zaman, patung tersebut dipindahkan ke Museum Subang (Wisma Karya) sehingga tetap dapat disaksikan hingga sekarang.

Arsitektur Gedung Big House

Salah satu daya tarik utama dalam sejarah Gedung Big House Subang adalah gaya arsitekturnya.

Bangunan ini mengusung desain kolonial Belanda dengan ciri khas:

  • Bangunan berukuran sangat besar.
  • Pilar-pilar kokoh pada bagian depan.
  • Langit-langit tinggi untuk menjaga sirkulasi udara.
  • Jendela berukuran lebar.
  • Halaman luas yang mengelilingi bangunan.

Konsep tersebut sangat umum digunakan pada bangunan pemerintahan maupun rumah pejabat Belanda di Hindia Belanda agar tetap nyaman menghadapi iklim tropis Indonesia.

Perubahan Nama Menjadi Grant House

Dalam perkembangannya, masyarakat masih akrab menyebut bangunan ini sebagai Big House.

Namun, pada beberapa sumber terbaru disebutkan bahwa bangunan tersebut kini dikenal dengan nama Grant House. Meski mengalami perubahan nama, nilai sejarahnya sebagai peninggalan kolonial tetap melekat dan menjadikannya salah satu landmark bersejarah di Kabupaten Subang.

Peran Big House dalam Sejarah Kabupaten Subang

Keberadaan Big House memiliki hubungan erat dengan perkembangan Kota Subang.

Ketika pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi berpindah ke Kota Subang, kawasan di sekitar Big House mulai berkembang menjadi pusat kota.

Berbagai fasilitas umum, jalan, serta bangunan penting dibangun di sekitarnya sehingga membentuk wajah Kota Subang seperti yang dikenal saat ini.

Kondisi Gedung Big House Saat Ini

Hingga sekarang, Gedung Big House masih berdiri sebagai salah satu bangunan tua yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Bangunan ini menjadi pengingat bahwa Subang pernah menjadi salah satu pusat perkebunan terbesar di Jawa Barat pada masa kolonial. Keberadaannya juga sering dijadikan objek penelitian sejarah, fotografi, hingga wisata edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh perjalanan Kabupaten Subang.

Mengapa Sejarah Gedung Big House Subang Penting?

Mempelajari sejarah Gedung Big House Subang memberikan banyak pelajaran mengenai:

  • Perkembangan Kota Subang sejak masa kolonial.
  • Sistem perkebunan yang pernah berkembang di wilayah P&T Lands.
  • Pengaruh Belanda terhadap pembangunan infrastruktur daerah.
  • Nilai pelestarian bangunan cagar budaya.
  • Identitas sejarah masyarakat Kabupaten Subang.

Dengan memahami sejarahnya, generasi muda dapat lebih menghargai warisan budaya yang masih bertahan hingga saat ini.

Sejarah Gedung Big House Subang tidak hanya menceritakan sebuah bangunan tua, tetapi juga menggambarkan perjalanan panjang Kabupaten Subang sejak era kolonial Belanda.

Berawal sebagai kediaman resmi penguasa perkebunan P&T Lands, Big House berkembang menjadi simbol kekuasaan, pusat administrasi, sekaligus saksi perubahan Kota Subang dari masa ke masa.

Kini, meskipun fungsi dan namanya telah mengalami perubahan, Gedung Big House tetap menjadi salah satu peninggalan sejarah paling berharga di Kabupaten Subang.

Melalui pelestarian bangunan ini, masyarakat dapat terus mengenang dan mempelajari perjalanan sejarah yang membentuk Subang hingga menjadi seperti sekarang.

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini3 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat5 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta5 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta5 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang6 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline6 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline7 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline7 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle8 jam lalu