Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Nyai Subang Larang, Tokoh Penting Penyebaran Agama Islam di Tatar Sunda

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|13:00 WIB
Bagikan:
Sejarah Nyai Subang Larang, Tokoh Penting Penyebaran Agama Islam di Tatar Sunda
Situs Cagar Budaya Nyai Subang Larang di Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, Kab. Subang. (Foto: Nay Subang Larang Blogspot)

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejarah Nyai Subang Larang tidak dapat dipisahkan dari kisahnya yang memiliki peran penting terhadap penyebaran agama Islam di Tatar Sunda.

Kabupaten Subang dikenal tidak hanya karena kekayaan alam dan potensi wisatanya, tetapi juga karena memiliki jejak sejarah yang berkaitan dengan tokoh-tokoh penting di Jawa Barat.

Salah satu tokoh penting yang cukup terkenal di Kabupaten Subang adalah Nyai Subang Larang atau Nyi Subang Larang.

Keberadaan Nyai Subang Larang sebagai tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di Tatar Sunda ditandai dengan situs cagar budaya Nay Subang Larang yang berada di Kecamatan Binong, Kabupaten Subang.

Untuk mengetahui informasi ini lebih lanjut, berikut sejarah Nyai Subang Larang beserta lokasi situs cagar budaya Nyai Subang Larang di Subang.

Sejarah Nyai Subang Larang

Nyai Subang Larang atau Nyi Subang Larang merupakan tokoh perempuan yang berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Subang Larang yang bernama asli Kubang Kencana Ningrum lahir tahun 1404 dari ayah yang bernama Ki Gedeng Tapa yang merupakan syahbandar pelabuhan Muara Jati, sebuah pelabuhan penting di utara Jawa Barat yang termasuk kekuasaan nagari/kerajaan kecil Singhapura. 

Sejak muda, Subang Larang telah belajar agama Islam dengan menjadi murid dari Syekh Hasanuddin atau Syekh Quro.

Hal ini karena Syekh Hasanuddin telah akrab sebelumnya dengan Ki Gedeng Tapa yang kemudian memeluk agama Islam.

Kemudian Syekh Hasanudin pergi ke Karawang dan mendirikan pesantren di daerah Pura, Desa Talagasari, Karawang, dengan nama Pesantren Quro, maka kemudian ia lebih dikenal dengan nama Syekh Quro. 

Ki Gedeng Tapa menitipkan Nyai Subang Larang untuk belajar agama Islam kepada Syekh Quro selama dua tahun. 

Di tempat inilah, Syeh Quro memberikan gelar Sub Ang Larang (Pahlawan berkuda) kepadanya. Sekitar tahun 1420 Subang Larang kembali ke Muara Jati. 

Dalam perjalanannya, Subang Larang kemudian menikah dengan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran.

Dari pernikahannya itu, mereka memiliki tiga orang anak yakni Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana (1423), Rara Santang (1426), dan Kian Santang (1428).

Sekitar tahun 1441, Nyai Subang Larang wafat di Keraton Pakuan kemudian jenazahnya dibawa oleh abdi dalemnya untuk dimakamkan di Muara Jati.

Salah satu abdi dalemnya dikenal dengan nama Eyang Gelok yang dimakamkan di Kampung Cipicung, Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara.

Sepeninggalnya Subang Larang, anak-anaknya keluar dari keraton Pakuan untuk memperdalam agama Islam. 

Ketiga anaknya inilah yang kemudian memegang peranan penting mengubah Jawa bagian barat menjadi daerah penyebaran Islam. 

Pangeran Walangsungsang/Pangeran Cakrabuana kemudian menjadi penguasa Cirebon (Pendiri Kesultanan Cirebon). 

Rara Santang kemudian memiliki anak bernama Syarif Hidayatullah yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunungjati. Sementara Rajasangara kemudian dikenal dengan nama Kian Santang. 

Konon menurut sebuah legenda, Prabu Siliwangi memilih pergi meninggalkan keraton Pakuan dan menghilang di hutan Sancang di selatan Garut daripada masuk Islam dihadapan anaknya sendiri, Kian Santang.

Situs Cagar Budaya Nyai Subang Larang

Situs Nyai Subang Larang ditemukan pada tahun 1979 dan 1981 oleh warga setempat bernama Abah Roheman.

Salah satu penemuan yang pernah ditemukan di sekitar situs ini adalah kerangka manusia, manik-manik, dan perhiasan lainnya yang disimpulkan berasal dari era tahun 45 Sebelum Masehi (SM).

Situs Nyai Subang Larang dilindungi sebagai Cagar Budaya sesuai UU No 11 Tahun 2010.

Alamat Situs Cagar Budaya Nyai Subang Larang berlokasi di Dusun Nanggerang, Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, Kab. Subang.

(inm)

Berita Terbaru

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle7 menit lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle1 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle1 jam lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle2 jam lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle3 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional4 jam lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle4 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang5 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional6 jam lalu